Mailoor: Jangan Terpancing Politik Adu Domba

Manado, MS

Tensi nasional kini berada di ‘titik merah’. Iklim itu merambah sampai ke daerah Nyiur Melambai. Teranyar, pra dan pasca kedatangan Wakil Ketua DPR RI Fahry Hamzah ke Sulawesi Utara, mengalir serangan ke pemerintah provinsi. Saling serang antara masyarakat Sulut pun tak terhindarkan.
Kondisi ini dikritisi Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Sulawesi Utara (Sulut), Brayen Mailoor. Ia pun mengimbau masyarakat Sulut tidak terseret situasi dan saling menghantam dalam ‘kubangan’.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, marilah kita semua jangan terpancing situasi politik adu domba yang sedang terjadi saat ini,” pinta Mailoor, Senin (15/5).

Warga Sulut diminta menjaga hati dan tidak mudah disulut emosi hingga membahayakan diri sendiri dan sesama warga Sulut.

“Hati boleh panas, kepala harus dingin. Jangan karena hal tersebut kita semua jadi terpecah belah,” tandasnya.

Mailoor juga berharap, warga Sulut tetap menjaga nilai-nilai perekat kebersamaan warisan leluhur.  “Mari torang semua tetap berpedoman dengan torang pe moto, ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ dan tetap jaga hidup saling bertoleransi,” tuturnya.

Mailoor juga menegaskan, warga Sulut harus tetap kokoh mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tetap pertahankan keutuhan NKRI dan Pancasila. Salam Kebangsaan, NKRI harga mati,” kuncinya. (rikson karundeng)

Banner Media Sulut

Komentar