Ivan Sarundajang

Manado Banjir, Minahasa Siaga

Banjir kembali menyapu Bumi Nyiur Melambai. Beberapa titik di Kota Tinutuan terdendam, Senin (20/3) kemarin. Kecemasan langsung menjalar di daerah langganan banjir lainnya. Salah satunya Kabupaten Minahasa. Seruan waspada bencana langsung diserukan Wakil Bupati Ivan Sarundajang.

Langkah antisipasi, menurut putra mantan Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang ini, sangat penting dilakukan. Mengingat bencana banjir dan longsor sering melanda wilayah Minahasa belakangan ini.

"Kalau dilihat kondisi cuaca dalam seminggu terakhir ini masih belum menentu. Kadang panas tapi kadang terjadi hujan lebat tiba-tiba. Intinya warga harus tetap waspada," himbau IvanSa, sapaan akrabnya.

Meski wilayah Minahasa ikut diguyur hujan, Senin (20/3) kemarin, IvanSa mengakui belum ada laporan adanya bencana yang terjadi. "Menjelang siang (kemarin) sebagian wilayah Minahasa diguyur hujan, namun puji Tuhan kondisi masih aman karena hujan tidak terlalu lama. Sampai pukul empat sore saya bersyukur tidak ada laporan adanya bencana baik dari lurah, kumtua, camat maupun dari instansi terkait," tuturnya.

Menilik peristiwa banjir dan longsor yang melanda sejumlah titik di wilayah Minahasa Februari 2017 lalu, banyak kerugian materil yang dialami warga. Termasuk kerusakan infrastruktur yang cukup parah.

Untuk itu, Wabup IvanSa mengingatkan agar masyarakat Minahasa waspada dan jeli menanggapi potensi terjadinya bencana. Terlebih dengan melihat peristiwa banjir di Wilayah Manado kemarin.

Dia menghimbau masyarakat yang bermukim di lokasi rawan bencana, seperti di bantaran sungai, wilayah perbukitan, tebing dan dataran rendah, untuk waspada khususnya saat intensitas curah hujan tinggi.

"Masyarakat harus memperhatikan sekeliling rumah, mengecek dan memastikan bahwa area tempat tinggal kita aman dari bencana. Apabila ada indikasi rawan, segera mengungsi dan langsung laporkan ke aparat terkait," pesannya.

Seruan serupa juga dilayangkan ke instansi pemerintahan terkait. Wabup IvanSa bahkan meminta semua SKPD terkait agar siaga 1 x 24 jam.

"Para lurah, hukum tua, camat, BPBD dan instansi terkait lainnya harus siaga. Sikap antisipatif dan proaktif harus dikedepankan. Saya juga mintakan seluruh camat dan lurah agar HP harus diaktifkan 1 X 24 Jam," tandas IvanSa.

Seperti diketahui, wilayah Minahasa menjadi salah satu daerah yang terdampak parah akibat musim penghujan diawal tahun ini. Februari lalu, hujan merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Tondano Raya, Remboken, Sonder dan Kakas. Bahkan, ratusan ternak babi di Sonder hanyut terbawa arus banjir yang meluap dari sungai. Disamping itu, potensi longsor di wilayah ini cukup tinggi. Sejumlah titik longsor sempat menutup akses jalan utama pada peristiwa bencana Februari lalu. (jackson kewas)

Banner Media Sulut

Komentar