Ilustrasi

Marak Isu Penculikan, Polri Minta Warga Waspada dan Bijak


ISU penculikan anak, belakangan marak menyebar ke masyarakat. Orang gila pun bahkan disebut terlibat dalam aksi penculikan. Fenomena yang kian meresahkan warga itu mendapat respon serius dari markas besar (mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Korps bhayangkara mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta meminta warga yang bertetangga agar saling membantu dalam menjaga dan mengawasi anak-anak di sekitar rumah.

"Untuk warga yang bertetangga, kiranya dapat bersama-sama saling membantu mengawasi anak-anak di lingkungan masing-masing," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Selasa (21/3) kemarin.

"Kami juga mengimbau kepada orang tua, agar terus mengawasi aktivitas anak di luar rumah," sambung Martinus.

Terkait, isu penculikan yang beredar di media social (medsos), disebut hanya hoax atau kabar tidak benar. "Isu penculikan yang beredar di media sosial ini memang ada dan ternyata hoax. Menghadapinya, diharapkan kita semakin bijak dan cerdas dalam menanggapi informasi penculikan tersebut," jelasnya.

Saat ini, Humas Polri telah memiliki biro multimedia untuk mengedukasi masyarakat, serta ada Direktorat Siber di Bareskrim yang bertugas melakukan penindakan terhadap kejahatan siber. "Polri akan terus melakukan patroli siber untuk mencegah dan mengedukasi masyarakat. Jika merasa ada orang yang mencurigakan, seperti sedang memata-matai, silakan lapor ke petugas," timpalnya.

Sementara menyangkut, penyebar pesan berantai di medsos yang menyebutkan para pelaku penculikan memakai modus sebagai orang gila untuk menjalankan aksinya, juga tengah diburu aparat. Itu menyusul kejadian di beberapa daerah, orang dengan gangguan kejiwaan babak belur dihajar warga. " Mereka-mereka yang menyebar info itu akan kami usut," kata Martinus.

Martinus mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial. "Aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum, apalagi dilakukan terhadap seseorang yang sama sekali tidak bersalah. Terhadap para pelaku main hakim dengan melakukan perbuatan melawan hukum, maka akan dapat dikenakan sanksi hukum pidana," ujar dia.

Apabila melihat orang gila, polisi meminta warga melapor kepada aparat. "Terhadap warga negara Indonesia yang mengalami gangguan kejiwaan, hendaknya kita tidak membiarkannya berkeliaran," imbuh Martinus.(dtc)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado