Memukau Dengan ‘Pancuri’ dan ‘Asa Menekuk Dunia’

Siswa SMK 1 Kristen Tomohon Tuai Apresiasi di FFOG

 

Kawangkoan, MS

Sebuah iven spektakuler bertajuk ‘Festival Felem Orang Gunung’ (FFOG) disajikan para pelaku sinematografi muda Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan yang digelar di Desa Tombasian Bawah Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa itu, mampu menyedot perhatian publik.

27 film dari 40 karya yang disiapkan, ditampilkan oleh puluhan komunitas/home production, filmmaker. Berbagai apresiasi mengalir deras. Menyasar buah karya generasi muda kreatif bumi nyiur melambai itu.

Dua film yang ikut menjadi perhatian adalah, ‘Pancuri’ karya Torang-Torang Production dan ‘Asa Menekuk Dunia’ produksi Filo Film. Menariknya, dua karya itu merupakan buah kreatifitas para filmmaker termuda yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Torang-Torang Production itu adik-adik Kelas XI Jurusan Multimedia SMK Kristen 1 Tomohon. Sementara Filo Film milik Filo Karundeng, siswa Kelas X Jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) sekolah yang sama,” jelas Indra Lumantow, S.Pd., salah seorang penggagas acara tersebut, Senin (6/3).

“Untuk ‘Pancuri’ itu genre film pendek yang mengisahkan tentang prilaku buruk seorang pemuda yang suka mencuri. Pesannya, orang yang demikian akan selalu berhadapan dengan masalah. Sementara, ‘Asa Menekuk Dunia’ itu film dokumenter yang memotret kesadaran para siswa TKJ di SMK Kristen 1 Tomohon yang memilih jurusan itu untuk menghadapi tantangan globalisasi. Kompetensi yang mereka dapat di jurusan itu ikut digambarkan,” terang Kalfein Wuisan, M.Pd.

Menurut akademisi Fakultas Teknik UNIMA ini, hasil kerja para siswa itu pantas diapresiasi. “Mereka remaja tapi punya skil, kemampuan menyampaikan pesan lewat kisah yang disajikan dan tentu keberanian untuk berkarya. Apresiasi untuk kawan-kawan SMK Kristen 1 Tomohon. Saya yakin, ke depan mereka akan bisa berkarya lebih baik,” tandas Wuisan.

Apresiasi yang sama ikut mengalir dari sejumlah apresiator, akademisi, sejarawan, budayawan, filmmaker yang hadir seperti, Denni Pinontoan, M.Teol., DR Ivan Kaunang, M.Hum., Fredy Wowor, S.S., Rikson Karundeng, M.Teol., dan Vidi Sorongan, M.Pd.

Sementara, para peserta muda tersebut mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Kami senang karena bisa ikut FFOG ini. Boleh tambah pengalaman dan pengetahuan, rasa terhormat bisa bergabung dengan kakak-kakak yang lebih pengalaman dan bisa share dengan mereka. Kami rasa keren bisa menjadi peserta termuda,” aku para personil Torang-Torang Production yang hadir, Rafael Turang, Erlangga Mewoh, Josua Pesik, Cheva Mandagi, Ferly Porajow, Shaquille Kotambunan, Raul Ranti dan Switly Legi.

Nada yang sama diungkapkan Filo Karundeng. Ia mengaku beruntung bisa menjadi bagian dari FFOG. “Banyak teman-teman kreatif di Sulut tapi kami beruntung bisa ikut FFOG dan menampilkan karya kami. Ini jelas akan memotivasi kami untuk lebih giat belajar demi menghasilkan karya-karya yang lebih baik. Kami merasa terhormat karena bisa diberi kesempatan bergabung bersama kakak-kakak yang berpengalaman dalam Komunitas Felem Orang Gunung,” tuturnya.  (arfin tompodung)

 

 

Banner Media Sulut

Komentar

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.