AKBP Arya Perdana


MENGUNGKAP MISTERI KABURNYA BOS PT SAA

Polisi Diminta Proaktif

 

Amurang, MS

Keberadaan AZ alias Andi, tersangka penipuan dan penggelapan uang rakyat Minahasa Selatan (Minsel), masih misteri. Tak ada tanda-tanda 'pengejaran' maupun keberadaan bos PT Sejahtera Alam Anugerah (SAA) itu. Padahal, selentingan beredar, tersangka Andi, masih ada di seputaran Makasar, Sulawesi Selatan.

Kapolres Minsel, AKBP Arya Perdana pun, sepertinya 'patah arang' mengejar tersangka. Sebab, sejak tahun lalu hingga sekarang, perkembangan kasus yang bakal menyeret banyak nama ini, tidak ada perkembangan. "Kami sudah menetapkan dia (Andi, red) sebagai tersangka. Kami juga telah menyebar foto dan datanya ke seluruh Indonesia. Dia sudah ditetapkan masuk DPO (Daftar Pencarian Orang, red)," jelas Perdana beberapa waktu lalu.

Sejumlah warga Minsel pun mengaku kecewa. Sebab hingga saat ini, oknum yang membawa kabur uang warga, yang sebagian besar keluarga kurang mampu, tak kunjung ditangkap. "Jelas kami kecewa. Sebab, informasi tahun lalu, katanya tersangka segera ditangkap. Tapi hingga hari ini, tak ada tanda-tanda bahwa tersangka itu akan ditangkap. Seharusnya kan polisi proaktif mengejar tersangka, apalagi ada informasi, tersangka berada di Makasar," ketus Harce Kawengian, warga Motoling Barat, Senin (19/6) kemarin.

Kendati demikian, mereka masih menaruh harapan besar, agar Kapolres Minsel mau lebih proaktif lagi mengejar tersangka. "Kasihan kan warga kecil. Sudah ditipu, uangnya dibawa kabur, namun tersangkanya berkeliaran bebas. Kami tahu polisi itu adalah pembela kebenaran, apalagi kebenaran untuk warga kecil. Semoga di bulan Ramadhan ini, bisa menyentuh hati aparat, untuk lebih serius lagi melakukan upaya penangkapan bos PT Sejahtera Alam Anugerah," papar Kawengian.

SEJUMLAH KUMTUA ENGGAN BERSUARA

Kendati banyak warga yang menjadi korban penipuan dan penggelapan bos PT SAA, namun Hukum Tua dan Lurah mereka, seakan tutup mulut. Tak ada satupun yang secara terbuka memperjuangkan ketidakadilan yang dialami warganya. Hal ini memunculkan tanda tanya besar.

Menurut pengamat kemasyarakatan dan pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut) Jerry Massie, Kumtua dan Lurah seharusnya lantang memperjuangkan nasib warganya. "Yang jadi pertanyaan sekarang, mengapa para Kumtua dan Lurah tidak ada yang mau memperjuangkan nasib warganya? Pasti ada alasannya," ketus Massie.

Ini semua kata dia, akan terbongkar jika tersangka Andi sudah ditangkap Polisi. "Kalau tersangkanya sudah ditangkap, pasti akan terkuak, mengapa pemerintah hanya diam, dan siapa-siapa saja yang kemungkinan terlibat," jelasnya.(rul mantik)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors