Mohamad Nasir dan Grace Kandou.(foto:ist)

Menristekdikti Turun Tangan, Kandou Terakomodir

Manado, MS

Polemik penjegalan Prof Dr dr Grace Kandou M.Kes di arena Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado meluas. Teranyar, putusan tersebut dimentalkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Dr Mohamad Nasir.

Proses Pilrek Unsrat periode 2018-2022, menurut Nasir, harus mengikuti aturan yang berlaku, yaitu setiap calon memiliki hak yang sama untuk bersaing.

“Semua harus diberikan hak yang sama sepanjang belum ada pelanggaran sesuai peraturan dan perundang-undangan yang ada,” tegas Nasir seusai sidang paripurna kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/3).

Pernyataan Menteri itu menanggapi keputusan Senat Akademik Unsrat yang mencoret nama Kandou dari daftar calon peserta Pilrek Unsrat.

“Sangat politis. Kalau seseorang itu kalah dalam pemilihan, silakan. Tetapi jangan dibatasi, dihambat dalam hak mereka,” ujar pimpinan tertinggi di lembaga pemerintahan yang menaungi seluruh perguruan tinggi se-Indonesia itu.

Nasir mengaku telah memerintahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti, Ainun Naim untuk menyelesaikan masalah Pilrek Unsrat. Senat Akademik Unsrat juga diminta untuk mencantumkan nama delapan calon.

"Saya sudah memerintahkan Pak Sekjen untuk segera menyelesaikan masalah ini. Tidak boleh, mereka mengajukan hanya tujuh dari delapan calon yang ada,” tukas Nasir.

Ia pun berharap proses Pilrek Unsrat berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, serta tidak diboncengi kepentingan pihak mana pun. “Dahulu pernah ada kasus, sekarang mau ada kasus lagi di Unsrat. Janganlah seperti itu,” katanya.

Sorotan terhadap persoalan Pilrek Unsrat juga dilontar Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Alwi Hamu. Dirinya berjanji akan mempelajari persoalan di kampus terbesar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

"Ada beberapa pertanyaan menyangkut Pilrek. Ini mengenai laporan Prof Grace dengan data yang dia serahkan kemudian bahwa ada keputusan PTUN yang dikesampingkan. Saya janji akan mempelajari lebih lanjut data yang sudah diserahkan kepadanya. Satu dua hari akan mempelajari bersama bidang-bidang terkait masalah ini," sebut Hamu, Selasa (6/3) kemarin .

Campur tangan Menristekdikti dalam persoalan Pilrek Unsrat memicu gelombang di kalangan kampus. Ketua Panitia Pilrek Unsrat, Prof DR Ir Siegfried Berhimpon MS MAppSc, ketika dikonfirmasi soal pernyataan Menteri mengaku belum tahu soal informasi tersebut. Apalagi menurut dia, putusan tujuh calon tersebut merupakan ranah Senat.

"Nintau kita itu, kita ada di Tahuna ini. Belum tahu. Belum ada surat resmi. Rektor (Prof Dr Ir Ellen Kumaat) kemarin dari sana, belum ada apa-apa. Keterangan dari mana itu? Resmi? Tunggu surat resmi. Kalau cuma kabar-kabar, jangan dulu percaya. Tanya ke Senat," katanya saat dihubungi via ponsel seluler.

Awak Media ini kemudian menghubungi Ketua Senat Akademik Unsrat Prof Dr Ir Janny Dirk Kusen MSc untuk dimintakan tanggapan soal pernyataan Menteri tersebut. Namun pihak senat pun mengaku belum mendengar perihal informasi itu. "Kita belum ada informasi, belum ada surat resmi, jadi kita belum bisa kasih komentar apa-apa," kata Kusen.

"Tapi yang pasti soal pemilihan itu ranah Menteri (Menristekdikti), kami di Senat cuma diminta mencari 7 besar diantara putra-putri terbaik Unsrat yang berkerinduan untuk memimpin Unsrat. Torang cari, abis itu sodorkan pa Menteri, kemudian Menteri yang tentukan," sambungnya.

Dirinya mengaku siap mengamankan setiap keputusan dari Menristekdikti. "Tapi sampai saat ini belum ada. Informasi itu hanya kabar burung. Tapi kalau sudah ada suratnya sesuai kita pe legal standing, kita amankan. Musti tertulis dong," pungkas Kusen.

Kandou sendiri saat dikonfirmasi soal pernyataan Menristekdikti yang sudah beredar di media nasional mengaku kaget. "Itu yang kami inginkan yaitu agar keadilan dapat ditegakkan. Tentunya saya merasa senang karena diakomodir. Saya kira sementara berproses, Puji Tuhan," tuturnya.

"Mungkin ini jalan-jalan Tuhan. Saya juga bingung, kenapa Menteri sudah mengeluarkan pernyataan seperti itu," ujar Kandou yang kini menjabat Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat.

Diketahui, sebelumnya sejak bergulirnya tahapan Pilrek Unsrat, ada delapan nama yang mendaftar sebagai calon rektor, yaitu Prof Ir Marthin Dody Josias Sumajouw M.Eng PhD, Prof Dr Telly Sumbu SH, MH, Dr Flora Pricilla Kalalo SH MH, Prof Dr dr Adrian Umboh SpA(K), Prof Dr Ir Jefrey Ignatius Kindangen DEA, Prof Dr Ellen Joan Kumaat MSc, DEA, Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes, dan Dr Judy O Waani ST MT. Namun belakangan, Kandou akhirnya dikeluarkan dari daftar calon rektor. (bsc/sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.