Kapolres Bolmong, AKBP Gani Fernando Siahaan SIK

Michael Terancam Dikenakan Pasal 359

Hari Ini, Pemilik Lahan PETI Diperiksa Polisi

Bolmong, MS
Kasus meninggalnya enam pekerja tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, terus diseriusi Kepolisian Resor (Polres) Bolmong. Teranyar, pemilik lahan berinisial MP alias Michael, dijadwalkan akan diperiksa penyidik, Selasa 6 Juni 2018, hari ini.
Kata Kepala Satreskrim Polres Bolmong, AKP Rony H Maridjan, pemanggilan itu telah dilayangkan kepada pemilik lahan serta saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. "Besok akan mulai diperiksa saksi-saksi dan pemilik lahan," kata Kasat.
Sementara kata Kapolres Bolmong, AKBP Gani Fernando Siahaan SIK, pemilik lahan harus bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa para pekerja tambang. "Itu dinilai lalai dalam memperkerjakan pekerja. Seharusnya dipikirkan work safely-nya," kata Kapolres.
Bahkan menurut Gani, jika pemilik lahan terbukti lalai sehingga menyebabkan pekerjanya meninggal akan dikenakan pasal 359 yang berbunyi 'Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun'. "Ancamannya bisa 5 tahun penjara. Itu sudah bisa dilakukan penahanan," tandas Kapolres.
Sekadar diketahui, tragedi yang menimpa para pekerja tambang itu terjadi Minggu (3/6) lalu. Enam 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.