Olivia Pangemanan

Minahasa Koleksi 69 Kasus Pidana Sejak Awal 2018

Tondano, MS
Kondusifitas di wilayah Minahasa semakin membaik. Indikator itu nampak dari berkurangnya jumlah kasus kriminalitas yang terjadi sepanjang dua bulan awal di tahun 2018 ini.
 
Data yang dirangkum Media Sulut, perkara pidana umum yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa terhitung sampai 12 Maret 2018 berjumlah 69 kasus.
 
Menilik data tahun sebelumnya, angka ini terbilang menurun jika dibandingkan pada tahun 2017 lalu dimana jumlah perkara kriminal yang terjadi sejak Januari sampai April 2017 411 perkara.
 
"Sesuai SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) yang ada di pihak kami, jumlah perkara pidana umum sampai 12 Maret ada sebanyak 69 kasus. 36 perkara diantaranya sudah tahap dua dan sementara disidangkan," papar Kepala Kejari Minahasa Saptana Setyabudi SH.MH melalui Kepala Seksi Pidana Umum, Olivia PangemananSH.MH dalam wawancara di ruang kerjanya, Senin (12/3).
 
Kasus pidana umum, jelas dia, diantaranya meliputi penganiayaan, kekerasan, pembunuhan, cabul, perusakan, pencurian, pengeroyokan dan perkara lainnya. Bahkan dari jumlah perkara ini, perkara kekerasan perempuan dan perlindungan anak hanya berjumlah 4 perkara.
 
"Untuk KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) ada satu perkara, sedangkan perlindungan anak dibawah umur ada tiga perkara," urai mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) di Kejari Bitung itu.
 
Berkurangnya angka kriminalitas di wilayah Minahasa memantik respon positif dari berbagai kalangan masyarakat. Seperti disampaikan Ronny Maleke, pemerhati asal Remboken.
 
"Tentu hal ini menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan semakin besar. Kedepan, semua kita tentu berharap, kondisi kondusif di wilayah Minahasa akan tetap terjaga, apalagi ada momentum politik Pilkada Minahasa tahun ini," ujarnya.
 
Roy Rorong, warga Langowan mengapresiasi langkah aparat kepolisian dan pemerintah. Sebab dia menilai, terciptanya kemanan dan ketertiban masyarakat juga berkat peran aktif dua pihak tersebut.
 
"Banyak faktor yang memicu terjadinya kriminalitas, diantaranya yang paling berpengaruh yaitu miras (minuman keras). Jadi saat aparat kepolisian gencar melakukan razia, begitu juga pemerintah banyak memberikan himbauan, maka efeknya yang kita rasakan yaitu terwujudnya suasana nyaman dan aman," ungkap Roy. (jackson kewas)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado