Mitra Siaga Bencana

Ratahan, MS

Bencana alam hantam Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Akses jalan dan jembatan putus, 22 rumah warga tertimbun longsor. Beruntung, bencana yang terjadi, Minggu (11/6) ini, tidak jatuh korban jiwa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ferry Uway, menuturkan, kejadian tersebut akibat hujan yang berlangsung pukul 17.30 Wita. “Memang hujan sangat deras dan kejadian tanah longsor berlangsung selama hujan masih mengguyur. Sebagian akses jalan dan jembatan juga terputus akibat longsor serta ada sekira 22 rumah warga terkena timbunan material tanah longsor,” terangnya.

Dia memaparkan, sejumlah desa di Kecamatan Tombatu Raya, tak luput dari amukan tanah longsor dan menimpa pemukiman warga. Dari data yang diperoleh, Desa dan rumah yang yang terkena longsor yakni, Desa Kali Oki 6 titik longsor dan menimpa 12 rumah, Desa Kali 5 Titik longsor dan menimpa 5 Rumah, Desa Betelen 2 titik longsor dan menimpa 2 rumah Dan Desa Tombatu 1 titik longsor menimpa 1 rumah. "Jadi Longsor yang menimpa rumah masyarakat penduduk Kecamatan Tombatu Raya dipastikan 20 rumah, ditambah Tosuraya Barat, Ratahan, 2 titik longsor dan menimpah 2 rumah,” terang Uway.

Sedangkan jembatan di Desa Kali menuju Desa Banga, Kecamatan Tombatu, lanjut Uway, putus total akibat dihantam banjir. Kejadian yang sama juga, dimana longsor menutupi badan jalan raya akses ke dua desa Kali-Ranoketang dan terdapat 3 titik longsor.

“Diduga juga ada empat kendaraan yang terjebak dilokasi longsor tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Bupati dan juga Sekda. Selanjutnya pihaknya beserta dinas terkait lainnya berkordinasi dan terus memantau. Bahkan dirinya mengaku telah menurunkan tim untu mengevakuasi warga yang rumahnya tertimbun longsor dan membersihkan jalan yang juga tertutup material tanah.

“Setelah dilaporkan ke atasan, kami langsung mengambil tindakan membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan serta mengevakuasi sementara warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor,” ucapnya.

Dirinya menghimbau dengan kejadian tersebut masyarakat terus waspada karena cuaca ekstrim yang terjadi saat ini tentunya tak dapat diprediksi, itu akan berlangsung sampai kapan.

“Karena curah hujan masih tinggi dan cuaca bisa berubah-ubah menjadi ekstrim, jadi diingatkan kembali bagi masyarakat untuk terus wasapada guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” tutupnya.

Sementara itu paskah banjir bandang di Desa Kali Oki kecamatan Tombatu, Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH langsung turun meninjau lokasi banjir. Kedatangan pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara ini yang meninjau langsung lokasi banjir bandang mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Kali Oki.

"Kedatangan Pemerintah  Kabupaten Minahasa Tenggara dalam hal pak Bupati James Sumenda bersama jajaran, sangat kami rindukan. Ini bukti perhatian dari pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara dalam hal ini pak Bupati James Sumendap SH," ujar Simon Mokat? salah satu masyarakat Desa Kali Oki.

Mokat menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Apalagi dengan hadirnya Bupati Mitra James Sumendap SH yang sudah meninjau lokasi banjir bandang di Desa Kali Oki. Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH melalui juru bicara pemkab Mitra Franky Wowor, mengatakan, sebagai kepala daerah sudah seharusnya untuk melihat dari dekat apa yang dirasakan oleh rakyatnya. "Di saat rakyat saya mendapatkan musibah, sudah seharusnya dan menjadi tugas  pokok dari saya untuk membantu rakyat," tegasnya.

Dalam kunjungan di lokasi banjir bandang di Desa Kali Oki Kecamatan Tombatu, Sumendap juga didampingi jajaran pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara, para Asisten, dinas terkait. (didi gara)

 

Komentar

Populer hari ini

Sponsors