Muslim London Sumbang 10 Ton Makanan di Hari Natal


AKSI solidaritas jelang Hari Natal dilakukan sekira 7.500 orang muslim di London. Mereka beramai-ramai mendatangi badan amal di Masjid East London dan Pusat Muslim London di Whitechapel untuk menyumbangkan makanan selagi mereka menghadiri salat Jumat, pekan lalu.

Kegiatan amal yang diselenggarakan bersama dengan organisasi Muslim Aid ini telah berhasil mengumpulkan sebanyak 10 ton makanan yang nantinya akan disumbangkan kepada para gelandangan di London bersamaan dengan perayaan Hari Natal.

Makanan yang disumbangkan adalah makanan tahan lama seperti beras, pasta kering, sereal, dan makanan kalengan. "Kami memperkirakan ada lebih dari 10 ton makanan yang disumbangkan oleh anggota jemaat Masjid, para pengusaha lokal, sekolah, universitas, dan para pemuka agama," kata salah satu penyelenggara, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Selasa (20/12).

Sementara itu, CEO badan amal Muslim Aid, Jehangir Malik mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penyumbang yang mau bermurah hati menyisihkan sebagian hartanya bagi para gelandangan. "Kami benar-benar kewalahan menerima semua kemurahan masyarakat di sini. Kami juga senang akhirnya ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal akan cukup makan selama hari Natal dan masa musim dingin," kata Malik.

"Kami berharap dan berdoa agar orang-orang dari semua latar belakang dan lapisan masyarakat akan datang bersama-sama untuk memberikan kontribusi terhadap Big Food Drive untuk melayani orang kurang beruntung di lingkungan kita," tambahnya.

Sementara itu, Syaikh Abdul Qayum, Kepala Imam Masjid East London, mengatakan, "Orang muslim percaya bahwa membantu orang lain yang membutuhkan adalah kewajiban."

"Selama musim dingin, ketika kita memiliki kemewahan rumah dan makanan panas, terkadang kita melupakan orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu, kegiatan ini bisa menjadi pendorong agar selalu semangat membantu orang lain," sambungnya.

Jumlah gelandangan di Inggris telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah memperkirakan lebih 3.500 orang tidur di jalanan setiap malam tahun lalu. Jumlah ini meningkat 30 persen dibandingkan tahun 2014.(mdk)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado