Olly Dondokambey (Ist)

Naik 198 Ribu Olly Akui UMP Belum Berkeadilan

PERJUANGAN organisasi Buruh di Sulawesi Utara (Sulut), belum terwujud. Aspirasi dari penyambung lidah buruh, agar Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut 2017, bisa menembus angka Rp2,7 juta hingga Rp3,1 Juta per bulan, tak kesampaian.

Itu menyusul keputusan  Pemerintah Provinsi Sulut yang telah menetapkan UMP 2017, senilai Rp2,598 Juta. UMP tersebut, nyaris sama dengan usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulut, yakni sebesar Rp 2,59 juta.

Penetapan UMP Sulut tahun 2017 diumumkan  Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Selasa (1/11) kemarin, usai melakukan pertemuan dengan Kadis Nakertrans Marsel Sendoh SH, Apindo, Serikat yang tergabung dalam Dewan Pengupahan Provinsi.

Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai itu pun mengakui UMP tersebut belum berkeadilan dari segi beban kerja buruh. “Itu telah sampaikan dalam pertemuan dengan seluruh stake holder yang terkait dalam penetapan UMP. Memang UMP ini belum berkeadilan, karena secara nasional belum ada standar yang sama,” beber Olly kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulut, kemarin.

Pemberian upah yang berbeda-beda dari setiap provinsi dinilai jadi salah satu pemicu. “Coba kalau sudah ada standar dari pemerintah pusat. Pasti penetapan UMP  akan berjalan bagus,” kata mantan pimpinan badan anggaran DPR RI itu.

Pemprov Sulut disebut tidak boleh menaikan UMP terlalu tinggi. Itu dinilai akan berdampak tak baik bagi pengusaha Sulut. “Mereka akan rugi. Industri tidak jalan.  Imbasnya kemana tenaga kerja akan bekerja. Sebaba di Sulut belum ada perusahaan industri berskala besar,” terang Olly.

“Kalau juga UMP terlalu tinggi, takutnya tenaga kerja dari luar akan menyerbu masuk ke Sulut,” sambung bendahara umum PDIP itu.

Apa lagi saat ini guru-guru SMK sederajat telah dialihkan ke Pemprov. Itu juga akan menambah beban APBD Provinsi.  Untuk itu, politisi PDIP itu berencana akan melakukan pembahasan Upah Minimum Regional dengan mengacu pada beban kerja buruh berbasis kinerja.

“Tentu upah tukang sapu, nantinya tidak sama dengan upah operator komputer di kantor. Begitu juga pelayan rumah makan beda upahnya dengan seorang perawat di klinik. Itu yang akan kita evaluasi,” kuncinya.

Diketahui, dalam kurun tiga tahun terakhir, UMP Sulut mengalami kenaikan secara bervariatif. Tahun 2015, UMP Rp 2.150.000, tahun 2016, UMP Rp 2.400.000 dan tahun 2017, UMP Rp 2.598.000 atau naik  198 ribu dari tahun lalu. (tim ms)


Komentar