Suhardi alias Adi Gode alias Gode alias Abu Farouq Saat Menerima Surat Lepas Di Lapas Tuminting Kelas IIa

Napi Teroris Jaringan Santoso Hirup Udara Segar

Usai Jalani Masa Hukuman Di Lapas Tuminting

Manado, MS
Narapidana kasus terorisme bernama Suhardi alias Adi Gode alias Gode alias Abu Farouq kembali bisa menghirup udara segar. Pasalnya, pria yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 /Anti Teror pada tahun 2014, akhirnya dibebaskan dari penahanan, Selasa (5/6) kemarin.

Diketahui, Suhardi sendiri adalah tahanan dari Markas Komando (Mako) Brimob Pusat pada tahun 2016. Dia kemudian dilimpahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIa Tuminting untuk menjalani sisa penahanannya.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIa Tuminting Sulistyo Wibowo, ketika dikonfirmasi membenarkan pembebasan dari Suhardy. "Benar, hari ini dia (Suhardy,red) sudah selesai menjalani masa penahanannya dan juga sudah mengganti uang subsidaer hukumannya. Ia akan kembali ke Poso" ujar Wibowo.

Ia pun berharap kepada suhardi agar dapat berubah, dan tidak lagi mengikuti paham-paham yang salah. “Semoga dia menjadi warga negara yang baik, jangan lagi ikut paham2 yang salah hingga membuat pecah belah bangsa," harapnya.

Dikatakan Wibowo, pembebasan suhardi juga dihadiri pihak Densus 88. "Densus 88 hadir di lokasi," pungkasnya.

Menurut informasi yang dirangkum, Suhardi lahir di Poso, 25 November 1985, dan tinggal di Jl. P cabang lorong SDN 10 kel. kaya maya, kecamatan poso. Suhardi, divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, dengan pasal 15 jo Pasal 9 Perpu no 1 tahun 2002/Terorisme dengan pidana empat tahun penjara, denda Rp. 50 Juta Subsider 6 Bulan Penjara. Selama menjalani penahannya, ia mendapat remisi selama 10 bulan penjara.

Sebelumnya, Suhardi ditangkap bersama dua orang lainnya, yaitu gunawan alias gun dan asrul Riadi alias Asrul alias Cengo, saat Densus 88/anti teror melakukan operasi penindakan di wilayah poso, pada 26 September 2014.

Kepala Bagian (Kabag) Penerangan Umum (Penum) Kepolisian Republik Indonesia (Polr, Kombes Agus Rianto dalam press release bersama awak media mencurigai Suhardy adalah jaringan terorisme dan terlibat sebagai pemegang dana kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso. Dia juga aktif menggalang dana untuk aksi bom Pantangolemba dan penghubung kelompok selatan (Makassar) dengan MIT.

"Adi juga ikut tadrib (pelatihan para militer) bersama Santoso dan kordinator ihkwan (pemuda) Poso yang mengantar logistik untuk kelompok MIT yang berada di gunung," jelas Rianto. (tr-2)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.