Tampak alat berat yang diduga telah disediakan untuk merobohkan bangunan milik PT Conch yang belum memiliki izin

Nasib PT Conch Tergantung Kajian ESDM

Lolak, MS

Niat Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, untuk membongkar bangunan tak berizin milik PT Conch di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, Rabu (7/6) kemarin, terpaksa ditunda. Penundaan itu dikarenakan, masih menunggu hasil kajian dari tim Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) soal perizinan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diusulkan PT Conch.

“Kita menunggu hasil kajiannya dulu seperti apa. Sebab hari ini tim dari ESDM sudah turun untuk melakukan kajian sebagai tahapan untuk dikeluarkan dua izin tersebut,” kata Yasti.

Meski begitu, Yasti yang didampingi sejumlah instansi terkait dan anggota DPRD Bolmong, tetap mendatangi PT Conch, guna memberikan surat perintah untuk segera mengosongkan atau membongkar sendiri bangunan yang belum ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga 5 hari kedepan. “Surat ini sebagai pemberitahuan kepada management PT Conch untuk segera mengosongkan atau merobohkan sendiri bangunan mereka yang tidak memilik IMB. Pemda memberikan waktu hingga 5 hari kedepan," kata Yasti, saat bertemu pimpinan PT Conch dan Sulenco.

Padahal kata Yasti, rencana untuk membongkar bangunan tanpa izin di lokasi perusahan itu akan dilakukan Rabu ini. Tiga unit eskavator sudah disiapkan di lokasi untuk membongkar bangunan illegal yang berdiri di lokasi tersebut. Yasti menegaskan, rencana untuk membongkar bangunan tanpa izin tidak main-main. “Mamang dari awal niat saya untuk membongkar bangunan yang tidak memiliki izin. Namun pertimbangan ketika tim dari Kementrian ESDM sudah dating untuk melakukan kajian. Kita lihat nanti hasil kajiannnya seperti apa. Jika memang tidak layak, terpaksa PT Conch harus meninggalkan lokasi,” tambahnya.

Pantauan di lokasi perusahan, ratusan warga dari lingkar perusahan sejak pagi sudah memadati area perusahaan. Belum tahu maksud dan tujuan kedatangan ratusan warga di lokasi perusahan. Namun kabar yang didapat, jika kedatangan warga ke lokasi perusahan, selain mendukung sikap pemerintah daerah, warga juga hanya ingin menyaksikan aksi pembongkaran bangunan tersebut. (endar yahya)

Banner Media Sulut

Komentar