ABG Rattu

Nawa Cita Jokowi Bisikan Sam Ratulangi

Manado, MS

Visi pembangunan Indonesia dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terangkum pada sembilan agenda prioritas yang dikemas dalam paket bernama Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Nawa Cita sesungguhnya bukan ‘barang’ baru. Sudah sejak dahulu digaungkan oleh Presiden pertama, Soekarno. Hal itu diungkapkan Prof ABG Rattu. Bahkan menurutnya, Nawa Cita telah dihembuskan oleh GSJJ Ratulangi sebelum kemerdekaan.

Dijelaskan Rattu, pada waktu itu tepatnya tahun 1930-an, Bung Karno membuat sebuah tulisan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan bangsa, yang dimulai dari pendidikan yang ada di Indonesia. “Revolusi mental sudah digaungkan sejak pra kemerdekaan Indonesia,” kata Rattu.

Pun kalau digaungkan sekarang, Presiden Jokowi tinggal mengejawantahkan maksud dan tujuan Bung Karno. Menurutnya, riset tentang pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak era Bung Karno, serta masukan dan saran Dr Sam Ratulangi yang pada waktu itu merupakan tokoh bangsa dan akademisi berpengaruh.

 

“Dr GSSJ Sam Ratulangi, merupakan mentor Bung Karno di era tersebut,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, dalam waktu dekat akan menerbitkan sebuah buku dengan judul, ‘Di Bawah Bendera Revolusi’. “Segera diterbitkan untuk menjawab maksud dan tujuan sang proklamator Republik Indonesia. Saya berencana menyelesaikannya, yang nantinya disebarkan di seluruh sekolah yang ada di Sulut (Sulawesi Utara). Buku ini nantinya juga ditunjukan kepada presiden, sebagai pertangungjawaban hasil karya ilmiah dan penelitian di bidang pendidikan,” tuturnya. (sonny dinar)

 

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors