Nuansa Nasionalis Warnai Perayaan Imleknas Agama Konghucu


Angkat Tema ‘Junzi Lambat Bicara Tangkas Bekerja’

 

Manado, MS

Berbagai atraksi musik, Barongsai, Liong dan lainnya,  tersaji di pelataran Gedung Bhinneka Tunggal Ika TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Provinsi DKI Jakarta. Depan panggung berjejer tenda-tenda jualan begitu murah meriah. Ratusan anak jalanan makan minum gratis, disediakan panitia perayaan tahun baru Imlek Nasional (Imleknas) yang digelar Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Sabtu (4/2).

Pukul 13.00 WITA siang, diadakan upacara persembahyangan di Klenteng Kong Miao Taman Mini, dipimpin Ketua Umum MATAKIN, Drs Uung Sendana Linggaraja SH yang didampingi, Xs Eka Wijaya. “Sejumlah rohaniwan termasuk saya yang hadir mendampingi para petugas sembahyang. Setelah menaikkan dupa di Tian Tan (Altar Suci, red) ruang khusus sembahyang kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Huang Tian Shang Di, dilanjutkan ke ruang Da Cheng Dian (Klenteng Nabi Agung, red) hingga ke ruang Qi Fu Dian (Klenteng Keberkahan) yang merupakan ruang khusus para Shen Ming (Sien Beng, red) Roh Suci,” ungkap Ketua Bidang Hukum Matakin Pusat, Sofyan Jimmy Yosadi SH, saat menjelaskan rentetan acara perayaan Imleknas.

Selain para rohaniwan, tampak ratusan umat ikut sembahyang bersama. Sebagian besar umat lainnya justru berada di gedung Bhinneka Tunggal Ika. “Sambutan Ketua Umum MATAKIN, Uung Sendana, baik selesai ritual persembahyangan maupun ketika perayaan Imleknas  di dalam gedung Bhinneka Tunggal Ika, sangat menyentuh dan memberi semangat bagi kami semua untuk terus konsisten berjuang bersama,” ucap Yosadi, memaknai.

 

Tepat pukul 16.00 WITA (jam 4 sore), tamu-tamu mulai memadati gedung Bhineka Tunggal Ika. Para pejabat  berdatangan. Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin hadir lebih dahulu bersama istri. Menyusul beberapa pejabat lainnya seperti Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono bersama istrinya. “Datang pula Ketua DKPP mantan Ketua MK Prof Dr Jimmly Ashadiqie, Jenderal (Purn) TNI Agum Gumelar Mantan Menteri Pertahanan dan Menteri Perhubungan, Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah serta tokoh Tionghoa dan para tokoh lintas agama,” urai tokoh rohaniwan Agama Konghucu di Sulawesi Utara (Sulut) ini.

“Menko SDM (Sumber Daya Manusia, red), Puan Maharani yang telah konfirmasi hadir malah tidak hadir. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga telah menyatakan akan hadir di Imleknas juga batal datang. Demikian pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan batal hadir,” sambung Yosadi.

 

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo akhirnya pula tidak dapat hadir di Imleknas. Sementara dari tiga kandidat calon Gubernur DKI Jakarta yang diundang hanya Agus Harimurti Yudhoyono bersama istrinya Anissa Pohan yang hadir. “Gubernur petahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) bersama pasangannya di jam yang sama menggelar konser bersama ratusan artis. Sedangkan Anies Baswedan bersama pasangannya tidak ada kabar dan tidak hadir,” papar Yosadi saat menjelaskan alasan undangan yang tidak sempat hadir.

Kemudian, suasana depan pintu masuk gedung Bhinneka Tunggal Ika tampak semarak karena para musisi jalanan memainkan musik untuk menjemput para tamu undangan. Sementara itu, acara Imleknas berlangsung meriah dalam gedung. Atraksi demi atraksi memukau para penonton. “Barongsai dan Liong, atraksi seni tari mewakili berbagai daerah di Indonesia, pembacaan puisi dari pemuda Khonghucu yang sangat memukau, penampilan musik tradisional Tionghoa yang luar biasa. Ada pula nyanyian merdu pemuda Khonghucu yang membawakan lagu-lagu kebangsaan diiringi musik tradisional Tionghoa. Paduan suara Khonghucu Genta Suara Madya tampil luar biasa juga atraksi lainnya,” jelasnya lagi.

 

“Sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Syaefuddin sangat luar biasa. Ia mengawalinya dengan salam Khonghucu "Wei De Dong Tian", membuat saya terperangah dan kaget karena mengingat masih banyak pejabat negara bahkan di lingkungan Kementerian Agama sendiri jarang atau seolah lupa salam Khonghucu,” tambahnya.

Isi sambutan Menteri Agama yang mengutip ayat suci dalam Kitab suci Khonghucu, membuat hadirin selalu bertepuk tangan. Ucapan selamat tahun baru Imlek oleh Menteri agama kepada umat Khonghucu di seluruh tanah air, dinilai Yosadi sebagai gambaran betapa negara dan pemerintah sangat memahami bahwa tahun baru Imlek adalah hari raya keagamaan Khonghucu. “Bukan budaya dan adat tradisi Tionghoa semata,” tanggap budayawan Sulut ini. 

“Luar biasa acara Imleknas tahun ini. Semarak, gambaran kebhinekaan dan sangat nasionalis. Tema perayaan Imleknas 2568 Kongzili, ‘Junzi Lambat Bicara Tangkas Bekerja’ merupakan tema yang cocok dengan keadaaan negara dan bangsa, juga program pemerintah untuk menuju Indonesia Hebat: kerja kerja, kerja,” sebutnya.

Sebagai umat Khonghucu Indonesia, dirinya juga sangat berterima kasih kepada tokoh Tionghoa dan konglomerat yakni pemilik perusahaan Jarum, Viktor Hartono yang turut mensponsori kegiatan Imleknas. “Bos besar yang tampil sederhana ini datang pagi hari, menjumpai para pimpinan Matakin. Mengecek berbagai persiapan dan sejenak menonton Barongsai dan memberi angpao,” katanya, kagum.

 

Bagi Yosadi, anak pertama dari konglomerat Robert Budi Hartono yang menurut majalah forbes (2012) adalah orang terkaya di Indonesia itu, merupakan keluarga yang sangat menghormati leluhur dan adat tradisi. “Viktor Hartono sang bos besar KTP (kartu tanda penduduk) -nya Khonghucu dan sangat menyupport MATAKIN. Dalam kesederhanaannya, selalu berusaha tampil di belakang layar. Tidak mau tampak menonjol di hadapan pemerintah atau konglomerat lainnya. Saya beruntung bisa berjumpa dan berfoto bersamanya,” tukasnya.

“Akhirnya, kami bersyukur, kegiatan Imleknas sukses terselengara. Boleh berlangsung dengan sukses, aman, ritual berlangsung hikmat, merakyat dan acaranya dipenuhi unsur kebhinekaan. Para jurnalis banyak yang meliput. Semoga tahun depan mendapatkan kesempatan untuk hadir lagi di Imleknas,” tutup advokat Sulut itu. (tim ms)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado