Obat Kadaluarsa Terendus Marak di Negeri Pala

Dinkes Akui Sitaro Rawan

 

Laporan: Haman Palandung

Masyarakat Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) diteror obat kadaluarsa. Maraknya peredaran produk berbahaya itu di warung-warung, belakangan ini memicu keresahan di tengah masyarakat negeri pala. Kerja pengawasan dan tindakan konkrit pihak berkompeten pun dinanti.

Santy Sarame, Warga Kampung Sawang, Kecamatan Siau Timur Selatan mengaku khawatir jika fakta itu tengah membungkus daerah Sitaro. Nada kritis terlontar. "Karena keterbatasan pengetahuan pemilik warung, bisa jadi dimanfaatkan oknum distributor obat yang tidak bertanggung jawab menjual obat kadaluarsa. Jika ini terjadi, nantinya yang menjadi korban adalah masyarakat," keluhnya, Selasa (13/6).

"Apalagi di sini, jarang dilakukan pemeriksaan obat di warung-warung oleh dinas terkait. Saya harap, hal seperti ini dapat diperhatikan, jangan sampai lalai. Lebih baik mencegah, jangan nanti sudah ada korban, lalu diobati," warning Sarame.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Sitaro, dr Ria Papalapu MKes, mengungkapkan memang keterbatasan akses dan sarana pendukung menjadikan Sitaro rawan peredaran obat kadaluarsa, termasuk obat palsu.

"Sebab Kabupaten Kepulauan Sitaro tidak hanya di Siau saja. Tapi meliputi kepulauan Tagulandang dan Biaro. Hal ini menjadi kendala karena pemeriksaan warung yang menjual obat akan memakan waktu lama," ungkapnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat jangan sembarangan dalam membeli obat. Ada baiknya membeli obat di Apotek. Namun jika memang sudah terdesak maka pembeli harus teliti. Memeriksa tanggal kadaluarsa, serta kemasan obat, apakah masih bagus atau tidak.

”Jika menemukan kejanggalan, disarankan untuk tidak membeli dan segera dilaporkan kepada pemerintah setempat untuk ditindak lanjuti," pinta Papalapu. (**)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado