Kantin Koperasi Siswa yang disinyalir dibongkar oleh oknum Polisi dan 3 unit WC permanen yang diduga disuruh rusak oleh oknum Kepsek.

Oknum Mantan Kepsek dan Polisi Diduga Lakukan Pengrusakan

SMK Negeri 2 Manado Dibongkar

 

Manado, MS

Pembongkaran terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Manado. Akibatnya, 3 bilik WC dan 1 bangunan Kantin Koperasi Siswa disinyalir dibongkar dengan sengaja. Teranyar, pengrusakan diduga dilakukan oknum mantan Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial AT alias Alex serta mantan security sekolah yang biasa dipanggil Jakwan, diketahui masih aktif di kepolisian.

 

Kepada Media Sulut, Kepsek SMK Negeri 2 Manado, Robyn Julius Koloway menceritakan kronologisnya. Ia membeberkan tentang masalah yang terjadi dengan kepsek lama. Ketika itu Kepsek yang lama masih menjabat sebelum diganti.

 

"Ketika saya jadi Kepala Sekolah, dilaporkan seorang guru kepada saya bahwa ternyata ada pengrusakan 3 bilik WC permanen. Kenapa dikatakan permanen, semua itu beton dan dilapisi tehel termasuk bak mandinya dilapisi dengan tehel juga," katanya, Senin (7/8) kemarin.

 

"Itu dihancurkan atas perintah Kepsek sebelumnya Alex, kemudian sampai saat ini material kondisi dari WC itu rusak dan materialnya dibiarkan di tempat itu saja. Berarti ini sengaja untuk pengrusakan,"ujar Koloway.

 

Persoalan lain lagi dengan seorang mantan security sekolah yang diberhentikannya. Alasan pemberhentian, menurut Kepsek, sekolah telah ada lebih dahulu security. Karena dinilai pemborosan uang sekolah oknum sekurity yang juga anggota polisi ini diberhentikannya.

 

Selanjutnya, oknum polisi jadi sekurity diangkat Kepsek sebelumnya, diketahui mendapat 1 bangunan kantin, yang merupakan kantin Koperasi Siswa. Anehnya, menurut Kepsek selama di kantin itu tidak pernah menyetor ke koperasi siswa. "Itu akan ditelusuri apakah hanya masuk ke kantong Kepsek (sebelumnya) atau tidak,"ucap Koloway.

 

Dijelaskannya lagi, pembongkaran kantin terjadi pada hari sabtu (pekan lalu) oknum polisi bernama Jakwan, membongkar bahkan. Tidak hanya bangunan, lantai pu  dibongkar/dirusak. "Ini tentunya ada kriminalitas didalamnya," katanya lagi.

 

"Itu memang kantin Koperasi Siswa. Kemudian ketika AT masih Kepsek kantin itu dipindahkan di bagian belakang. Kemudian Jakwan ini menangani kantin itu selama sekitar dua tahun setengah. Tapi ketika saya jadi Kepsek saya hentikan jadi sekurity karena setiap bulan sekolah harus membayar Rp 1,5 Juta kepada Jakwan," terangnya.

 

"Kemudian tentang kantin itu saya juga minta karena kantin itu adalah kantin siswa jadi saya mau tenderkan. Tetapi Jakwan mengundurkan dan kebetulan milik dari Jakwan itu adalah meja dan kursi serta ada bangunan kecil dibangian belakang, menurut penuturannya, dia minta ganti rugi Rp 8 Juta, tapi saya bilang ke dia kalau cuma Rp 2,5 Juta siap bayar. Tapi ternyata pada hari sabtu (pekan lalu), beliau langsung membongkar hingga semua fisik kantin bahkan lagi beton-betonnya termasuk lantai-lantainya dihancurkan,"tuturnya.

 

Atas perbuatan kedua oknum tersebut, Koloway menilai merugikan aset sekolah yang miliki sekitar 1200 siswa, juga kini merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). "Karna itu, hari ini (kemarin, red), makanya saya laporkan ke Propam untuk oknum Polisi dan oknum mantan Kepsek ke Polda Sulut,"kuncinya.

 

Hingga berita ini diturunkan, ketika harian ini mengunjungi di sekolah, mantan Kepsek dan mantan sekurity sekolah tersebut belum ada penjelasan atau konfirmasi alasan pembongkaran itu. (sonny dinar)

Banner Media Sulut

Komentar