Oknum Polisi Manado Cabul Divonis 11 Tahun

Tindakan bejat oknum polisi cabul, Demsly Pantouw (40), berbuah. Perlakuan warga Kecamatan Wanea ini, terhadap anak 10 tahun berujung penetapan vonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado. Majelis Hakim pimpinan Halidjah Waliy, menjatuhi hukuman 11 tahun penjara kepada terdakwa.

 

Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (2) nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp30juta, apabila tidak membayar akan diganti hukuman penjara tiga bulan,” kata Halidjah, Selasa (28/11) kemarin.

 

Diketahui sebelumnya, perbuatan keji tersebut terjadi pada April 2017 lalu.  Berawal saat korban sedang berada di depan warung internet (warnet) dekat rumahnya. Bocah tersebut dikagetkan dengan kedatangan terdakwa yang memanggilnya dari dalam sebuah mobil. Kemudian terdakwa mengajak korban untuk jalan-jalan. Karena korban mengenal terdakwa, ia pun menurutinya. Korban pun diajak berkeliling di area pusat perbelanjaan di daerah Sario. Setelah itu mobil singgah di supermarket,  sebelum melanjutkan perjalanan.

 

Usai berbelanja cemilan, mobil yang dikemudikan terdakwa masuk ke dalam sebuah lorong gelap.  Di situ, korban mulai dicium oleh terdakwa hingga melucuti satu persatu pakaian korban. Setelah setengah tidak berbusana, tangan korban dimasukkan ke dalam celana.

Meski mendapat penolakan dari korban, terdakwa terus melakukannya. Usai melampiaskan nafsu bejat, terdakwa membawa korban pulang dan hanya mengantarkan sampai di depan jalan raya. Kejadian itu terbongkar setelah orang tua curiga, ketika korban mengeluhkan sakit saat buang air kecil. Setelah didesak, akhirnya korban mengaku dirusak oleh oknum aparat yang seharusnya mengayomi masyarakat. (rhendi umar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado