Ormas Adat Minahasa Tuntut Bubarkan FPI

Manado, MS

Sepak terjang organisasi kemasyarakatan (Ormas) Front Pembela Islam (FPI), di Indonesia, terus menuai kecaman. Aksi penolakan terhadap eksistensi ormas massa garis keras itu datang bergelombang dari berbagai daerah di nusantara.

Usai masyarakat Dayak, Kupang dan Papua menyuarakan desakan pembubaran terhadap ormas besutan Rizieq Shihab, kini giliran sejumlah Ormas Adat Minahasa di Sulawesi Utara (Sulut) yang angkat suara.

Ribuan massa yang tergabung dalam ormas, Laskar Adat Manguni Indonesia (LAMI), Aliansi Makapetor, Laskar Kabasaran dan Pemuda Pancasila, menuntut pemerintah untuk membubarkan ormas yang kerap melakukan aksi kekerasan itu.

FPI  dianggap ormas radikal yang tidak menjunjung nilai-nilai Pancasila,  keberagaman dan kebhineka-tunggalikaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tuntutan itu dilayangkan dalam bentuk demo damai, yang dilakukan ribuan massa di lapangan Koni Sario Manado Kamis (17/11) kemarin. Unjuk rasa diawali dengan gelaran Tarian Adat Kabasaran atau tari perang Minahasa.

“Kami minta pemerintah untuk segera  membubarkan FPI. Sebab ormas radikal itu jelas-jelas telah mengganggu keberagaman di bumi pertiwi nusantara. Kita ini negara Pancasila, yang berdasarkan UUD 45. NKRI itu harga mati,” lugas koordinator lapangan (Korlap), Donny Lasut dalam pandangan kebangsaannya, Kamis (17/11) yang disambut yel-yel oleh ribuan massa.

Selaras dikumandangkan  Kepala Departemen Infokom DPP LAMI, Yongkie Sumual. “Kedaulatan NKRI  tidak boleh ditekan-tekan dengan membawa-bawa nama agama. FPI harus dibubarkan. Jangan biarkan paham radikal itu, menggerogoti bangsa,” tegasnya.

"Bagi LAMI, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI adalah harga mati dan tidak bisa ditawar. Kami cinta damai. Tapi tidak untuk FPI. Tidak ada setitik ruang untuk FPI di Sulut.  Kami semua warga Sulut bersaudara, kami bersaudara dengan masyarakay sebangsa dan setanah air, tapi tidak untuk FPI. Bubarkan FPI!," teriak Sumual yang direspon pekikan I Jajat U Santi dari ribuan massa Adat.

Tonaas LAMI, Andy Rompas juga menyerukan pembubaran FPI. Ormas garis keras itu dicap sering melakukan aksi kekerasan, menebar kebencian serta melakukan tindak provokatif yang rawan menimbulkan disintegrasi bangsa.

“Situasi kondisi bangsa kita yang akhir-akhir ini menjadi kurang kondusif, itu akibat tindakan dari oknum-oknum petinggi dari FPI. Pemerintah dan aparat penegak hukum di Indonesia harus segera bertindak cepat membubarkan ormas itu. Karena tindak tanduk ormas itu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita,” lugas sang Panglima LAMI itu.

"Kami masyarakat adat Sulut, khususnya LAMI yang merupakan bagian dari bangsa Indonesia, siap tampil terdepan untuk membela NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika," tutup Tonaas Rompas saat membacakan kesimpulan tuntutan.

Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung yang mengawal aksi unjuk rasa damai itu, berjanji akan menyampaikan tuntutan dari ormas Minahasa kepada Gubernur Sulut serta jajaran Forkopimda agar bisa diteruskan ke pemerintah pusat.

"Saya apresiasi para pendemo yang telah melaksanakan aksi ini dengan damai. Aspirasi ini pasti akan kita tindak lanjuti. Apalagi saya juga sekarang sudah menjadi warga Minahasa karena telah dilantik sebagai Tonaas Wangko Umbanua," ujar Marpaung yang mampu mendinginkan suasana.

Jenderal Bintang dua itu, mengajak ribuan massa Adat Minahasa untuk menjaga keamanan serta ketertiban di Sulut. “Ingat Sulut sulit disulut  karena solid. Torang samua basudara,  baku-baku bae dan baku sayang,” papar perwira tinggi berdarah Batak itu.

"Itu harus dipertahankan bersama. Karena torang samua sama-sama ciptaan Tuhan. Di mata Tuhan, kita semua sama, tidak ada yang membeda-bedakan, baik suku, agama dan ras," sambung Marpaung

Ia pun meminta  pendemo tindakan yang mengganggu ketertiban umum dan melanggar aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Sekali lagi, aspirasi ini pasti akan kita tindak-lanjuti. Saya minta seluruh peserta unjuk rasa untuk bisa membubarkan diri dan pulang dengan tertib,” tutupnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Stefanus Vreeke Runtu (SVR), yang hadir dalam aksi demo itu, juga berjanji untuk menyikapi aspirasi pengunjuk rasa tersebut. “Aspirasi ini juga sangat penting untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan bangsa Indonesia. DPRD pasti akan menyuarakan dan mengawal aspirasi rakyat ini," kunci Ketua DPD I Partai Golkar Sulut itu.

Setelah menerima pernyataan sikap dari Kapolda dan Wakil Ketua DPRD Sulut, ribuan pendemo membubarkan diri dengan tertib sambil berkonvoi disejumlah ruas jalan-jalan utama di Kota Manado dengan pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian.

Beredar info, sejumlah ormas Adat Minahasa lainnya, juga akan menggelar aksi unjuk rasa damai bertajuk kebangsaan di Kota Manado dengan jumlah massa yang lebih besar. (rhendy umar)

Banner Media Sulut

Komentar