Aksi di Kantor Gubernur dan Mapolda Sulut.

Ormas Ancam Usir Warga Tak Jelas

Demo ‘Goyang’ Mapolda dan Kantor Gubernur

Laporan: Sonny Dinar dan Kharisma Kurama

 

Bumi Nyiur Melambai kembali riuh. Ratusan massa demonstran lagi-lagi turun ke jalan. Tragedi pengeboman di Surabaya jadi pemantik. Nyanyian ancaman mengusir warga kurang jelas di Sulawesi Utara (Sulut), berbunyi nyaring. Aparat keamanan dan pemerintah didesak bertindak.

 

Keprihatinan atas insiden penyerangan teroris di beberapa daerah di Indonesia, membuat Organsisasi Masyarakat (Ormas) adat yang ada di tanah Toar Lumimuut, geram. Mereka turun ke jalan menyuarakan rasa simpati kepada keluarga korban akibat kekejaman teroris. Dukungan untuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pun mengalir deras.

 

Aksi demonstrasi yang diikuti ratusan orang dari Ormas adat Minahasa itu, mendatangi Kantor Gubernur Sulut dan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulut. Saat berada di kantor gubernur, para demonstran diterima Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Edison Humiang, mewakili Gubernur Olly Dondokambey. "Kedatangan kami di sini hanya untuk mewakili masyarakat Sulut karena akhir-akhir ini Indonesia sedang berduka. Kami mohon kepada Pemprov (Pemerintah Provinsi) mendengar pesan kami  kepada panglima tertinggi bapak Presiden agar jangan takut dengan aksi teror bom yang terjadi selama ini," kata Ketua Umum Organisasi Laskar Benteng Indonesia, Berty Lumempouw.

 

Sisi lain juga Lumempouw menegaskan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) segera keluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-(Perpu) Anti Terorisme.  “Jika tidak, masyarakat akan segera bertindak. Lewat Pemprov Sulut, kami berharap agar segera sampaikan ke bapak presiden seruan kami," tegasnya dalam orasi.

 

Para pendemo yang membawakan spanduk besar bertuliskan 'Demi keadilan, kemanusiaan dan kedamaian Hukum mati Terorisme!'. Adapun tuntutan dalam aksi itu pertama, segera sahkan Revisi UU anti Terorisme, jika tidak Presiden segera terbitkan Perpu anti Terorisme secepatnya. Kemudian mendesak agar menangkap pelaku adu domba/hasutan atas dasar kitab suci. Ketiga, mendesak Gubernur dan Kapolda segera melakukan pendataan dan razia kependudukan. “Jika tidak kami yang akan lakukan razia kependudukan. Jika kedapatan warga tidak jelas kami langsung usir. Keempat, aktifkan segera Siskamling,” kuncinya.

 

 Humiang didampingi Kepala Biro (Karo) Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Jemmy Kumendong, saat menerima massa mengatakan, bakal meneruskan ke pimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk diteruskan ke pusat. "Aspirasi kalian akan kami tindaklanjuti kepada pimpinan yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (Olly Dondokambey-Steven Kandouw). Karena Aspirasi kalian ini memberikan dukungan terhadap Pak Presiden (Jokowi)," kata Humiang.

 

Lanjutnya, Pemprov Sulut mengapresiasi para pendemo yang datang ke kantor Gubernur Sulut. "Pokoknya semua tuntutan kalian (Pendemo) dan masyarakat akan kami laporkan ke Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut  untuk ditindaklanjuti ke pak Presiden Jokowi," pungkas Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Sulut ini.

Sehabis dari situ, massa pun bergerak menuju Mapolda Sulut. Di depan kantor Korps Bhayangkara itu, Ketua Umum Makatana Minahasa, Alvis Metrico Sumilat menyerukan dalam orasinya, mendesak agar pemerintah mempercepat penetapan RUU Terorisme. Mereka pula memberi dukungan ke Polri meyelesaikan kasus teror itu. “Kami akan di belakang Polri,” ucap Alvis.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo saat menerima pengunjuk rasa mengungkapkan, apresiasi  terhadap aksi demo. Seraya juga berbelasungkawa untuk teror pengeboman yang terjadi. “Ini tanda masyarakat adat masih ada solidaritas terhadap kejadian-kejadian ini. Kita tahu ini adalah cara kekerasan maka untuk menyikapinya kita juga harus diselesaikan dengan cara-cara yang lebih bagus,” pungkasnya.

“Negara tidak akan pernah hilang untuk melindungi warganya. Demikian juga aparat keamanan, tetap siap melindungi masyarakat dan mengayomi,” tambahnya.  (**)

 

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.