Brayen Mailoor

Ormas se-Sulut Diajak Bersatu

  • Pemprov Diminta Peka Dengan Suara Rakyat

Manado, MS

Ancaman keretakan mengintai Daerah Nyiur Melambai. Potensi bahaya itu terendus dari sederet letupan aksi massa dan gerak saling serang di media sosial antara sesama warga Sulawesi Utara (Sulut). Dalam kondisi ini, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) sangat penting.

Penilaian itu terlontar dari Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah (Mada) Sulawesi Utara (Sulut), Brayen Mailoor. Ia berpendapat, situasi terkini membutuhkan kerja sama yang baik dari semua pihak. Baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk ormas-ormas yang ada.

“Karena itu, saya mengajak kawan-kawan penggerak ormas serta seluruh anggota masing-masing untuk menyatu. Jangan kita mudah terprovokasi hingga terseret pada kepentingan pihak tertentu yang justru bisa merugikan kita,” pinta Mailoor, Selasa (16/5).

Ia pun meminta seluruh ormas di Sulut untuk mewaspadai politik adu domba yang terindikasi menguat. “Seluruh ormas bersatu, tidak terprovokasi dengan situasi yang ada, kondisi Sulut pasti aman. Mari kita tetap pertahankan Pancasila dan NKRI,” tandasnya.

Di sisi lain, Mailoor meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut untuk lebih peka terhadap keluh masyarakat yang dipimpin. “Intinya LMP sangat mendukung Pemprov Sulut namun kami berharap pemerintah harus bisa mendengar suara rakyat. Jangan buat kebijakan yang terkesan hanya untuk kepentingan oknum tertentu di pemerintah dan mengabaikan suara rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mailoor juga sempat mengimbau masyarakat Sulut agar tidak terseret situasi dan saling menghantam satu dengan yang lain.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulut, marilah kita semua jangan terpancing situasi politik adu domba yang sedang terjadi saat ini,” kata Mailoor, Senin (15/5).

Warga Sulut diminta menjaga hati dan tidak mudah disulut emosi hingga membahayakan diri sendiri dan sesama warga Sulut.

“Hati boleh panas, kepala harus dingin. Jangan karena hal tersebut kita semua jadi terpecah belah,” tandasnya.

Mailoor meyakini, warga Sulut bisa tetap menjaga nilai-nilai perekat kebersamaan warisan leluhur.  “Mari torang semua tetap berpedoman dengan torang pe moto, ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ dan tetap jaga hidup saling bertoleransi,” tuturnya.

Diketahui, kondisi nasional kini berada di ‘titik merah’. Iklim itu merambah sampai ke daerah Nyiur Melambai. Teranyar, pra dan pasca kedatangan Wakil Ketua DPR RI Fahry Hamzah ke Sulawesi Utara, mengalir serangan ke pemerintah provinsi. Saling serang antara masyarakat Sulut pun tak terhindarkan. Pemandangan itu tersaji jelas di berbagai media sosial. (rikson karundeng)

Banner Media Sulut

Komentar