Sejumlah pengunjung di pagelaran seni ‘Malendong’

Pagelaran Seni ‘Malendong’ Terus Menarik Pengunjung

Kalawat, MS

Kegiatan Pagelaran Seni ‘Malendong’ terus jadi magnet di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa. Para pengunjung terus bergantian datang menyaksikan deretan karya, buah tangan anak-anak Sulawesi Utara (Sulut) itu. Apresiasi pun ikut mengiringi acara bertajuk ‘Art For Freedom’ tersebut.

Selasa (29/8), pagelaran seni ini mendapat kunjungan anak-anak Class Teater dan Photographi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Tondano, bersama komunitas Tondano Smart Musically Community (TSMC). “Kunjungan mereka ini sekaligus untuk menambah  motivasi kepada anak-anak sekolah supaya terus berkarya. Di sini mereka bisa bertemu dengan teman-teman seniman dan budyawan di Sulut,” kata Andrey Tandiapa guru  di SMAN 3 Tondano yang ikut mendampingi mereka.

Pada kunjungan itu, anak-anak di SMAN 3 Tondano ikut mengisi acara. Mereka melakukan parade baca puisi bersama-sama pada acara yang digagas atas kerjasama Komunitas Seni Mandiri (Konsen) Minahasa dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) itu. “Jadi anak-anak yang hadir turut berpartisipasi dengan membacakan puisi secara bergilir. Kami tentu sangat mengapresiasi mereka yang boleh melaksanakan kegiatan seni ini karena acara-acara seperti ini bisa mendorong yang lainnya untuk berkarya. Terlebih tidak malu menunjukkannya,” tambah Tandiapa.

Sebelumnya, Senin (28/8), kegiatan ini pula mendapat kunjungan dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa, Meidy Tinangon. Putra Minahasa yang gencar mendorong kreativitas teman-teman muda, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia pun menangkap pesan baik yang dibawa dalam kegiatan itu. "Seni untuk kemerdekaan. Hanya orang merdeka yang bisa kreatif. Hanya yang Kreatif yang bisa berinovasi dan melahirkan hal baru. Hanya yang inovatif yang unggul dan mampu survive,” ucap Tinangon.

Alfrits Oroh dari personil Konsen Minahasa menjelaskan, kegiatan Pagelaran Seni ‘Malendong’ terus kedatangan tamu bahkan turut berpartisipasi mengisi acara. “Namanya juga ‘Malendong’, berarti kita bersama-sama berkumpul kemudian menampilkan karya seni kita. Untuk itu ada sekitar 37 komunitas seni dan budaya di Sulut yang kami undang,” pungkas seniman yang juga penggagas kegiatan itu.

“Sampai tadi (kemarin, red) masih banyak teman-teman jaringan yang datang dan membawa maupun menampilkan karya seni mereka,” kunci pematung handal ini. (arfin tompodung)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.