Pangdam Saat Membawakan Sambutan

Pangdam XIII/Merdeka Pimpin Penandatanganan MOU Cetak Sawah

Tingkatkan Kedaulatan Pangan 

Manado, MS

Sektor pangan dianggap penting demi kesejahateraan bangsa dan negara. Upaya-upaya meningkatkan kedaulatan panganpun terus digencarkan. Tak terkecuali, hal ini juga ditunjukkan satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Itu ditunjukkan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/ Merdeka, Mayjen TNI Madsuni dalam sambutannya pada saat penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman “Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Cetak Sawah TA 2018” bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (15/5) kemarin di Ghradika “Jaya Sakti” Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka.

“Kita sadari bersama salah satu instrumen yang sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan nasional adalah tersedianya lahan untuk menanam padi. Di sisi lain, banyak sawah yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi pemukiman karena kebutuhan keluarga,” ujar Madsuni

Lanjutnya, untuk mengganti lahan sawah yang hilang dan bahkan menambah volume lahan yang produktif untuk pertanian guna mengimbangi kebutuhan pangan nasional itulah yang menjadi perhatian, yakni menyiapkan dan menerapkan strategi serta teknis dan mekanisme pencetakan sawah yang efektif dan efisien agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.

“Yakni 1.200 hektar di wilayah kerja Kodam XIII/ Merdeka, yang terbagi dalam 500 hektar di Korem 131/Santiago dan 700 hektar di Korem 132/Tadulako,” terangnya

Oleh karena itu, Dia berharap seluruh Stakeholders harus benar-benar memaksimalkan pelaksanaan poin-poin yang terdapat dalam perjanjian kerjasama cetak sawah TA 2018 ini, antara lain: Pertama, pengawasan oleh personel TNI sebagai Tim Pelaksana terhadap operator Alat Berat harus dilakukan setiap hari; Kedua, Tim Pelaksana harus segera melakukan tindakan penggantian, baik Alat Berat maupun operator, apabila kualitas pekerjaan tidak optimal; Ketiga, Tim Pengawas dan PPHP wajib melakukan evaluasi dan memberikan saran teknis kepada Tim Pelaksana dalam hal kualitas hasil pekerjaan sesuai petunjuk teknis; Keempat, Lahan yang dikerjakan harus pada lokasi yang telah disurvei. Namun apabila tidak memungkinkan, dapat dicarikan lokasi lain dengan catatan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Distan Kabupaten bersama Tim Survei; Kelima, Tim Survei SID (Survey Identification Design) harus memberikan penjelasan yang rinci kepada Tim Pelaksana cetak sawah terkait letak dan arah jaringan irigasi yang sesuai dengan letak sumber air; Keenam, sawah yang sudah selesai dicetak harus segera ditanami oleh petani dengan komoditas utama tanaman padi.

“Dan Ketujuh, dalam pengerjaan kegiatan cetak sawah baru TA 2018 agar menepati target waktu pengerjaan,” paparnya.

“Semoga penandatanganan perjanjian kerjasama cetak sawah TA 2018 ini dapat menjadi momentum awal bagi kita semua untuk kembali bekerja keras melanjutkan upaya-upaya meningkatkan kedaulatan pangan bangsa dan negara demi kesejahteraan rakyat Indonesia, terlebih khusus yang ada di Provinsu Sulut dan Provinsi Sulteng,” kuncinya.

Hadir juga dalam kesempatan ini, Kepala Staff Komando Daerah Militer (Kasdam) XIII/Merdeka, Komandan Resimen Militer (Danrem) 131/Santiago beserta jajaran, Inpektorat Kodam (Irdam) XIII/Merdeka, Komandan Resimen Militer (Danrem) 132/Tadulako beserta jajaran, Kadis Pertanian Provinsi beserta para Kadis Pertanian Kabupaten se-Sulawesi Utara dan Tengah, Para Asisten dan Kabalak Dam XIII/ Merdeka. (tr-2).


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.