Musly Mokoginta

Panwas Kotamobagu Mentahkan OTT Polres

Kotamobagu, MS

Dua kasus hasil operasi tangkap tangan (OTT) Satuan Tugas (Satgas) Anti Money Politik dan Intimidasi Kepolisian Resor (Polres) Bolmong, ditepis. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kotamobagu memutuskan, kalau temuan itu tidak cukup bukti.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Panwaslu Kotamobagu Musly Mokoginta, Rabu (20/6) kemarin, saat menggelar konfrensi pers di kantor Panwaslu Kotamobagu Jalan K S Tubun Kelurahan Sinindian Kotamobagu Timur.

“Berdasarkan uraian di atas maka disimpulkan bahwa perkara tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga Negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih,” ujar Musly.

 

Dia menjelaskan, ada sejumlah temuan yang diproses Panwaslu tapi tidak satupun yang memenuhi unsur. Salah satunya adalah dua kasus OTT yang dilakukan Satgas Polres Bolmong dengan barang bukti minuman soft drink, kain sarung dan sejumlah amplop berisi uang. Musly mengungkapkan, bukan hanya dua kasus OTT dari Satgas Polres Bolmong yang diperiksa, akan tetapi sejumlah kasus di beberapa desa yang melibatkan kepala desa serta sejumlah warga. "Kami juga sebelum memutuskan suatu perkara ini, telah meminta pendapat ahli Pidana dari Universitas Trisakti," kata Musly.

 

Sementara itu, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan SIK mengaku, hasil OTT yang mereka temukan telah menjadi kewenangan Panwaslu. Namun dia menegaskan, tidak akan berhenti untuk melakukan pengawasan. “Pastinya itu sudah bukan ranah kami. Namun saya ingatkan, Satgas Polres Bolmong tak akan berhenti untuk melakukan pengawasan. Siapa yang berani untuk melakukan kecurangan di Pilkada termasuk bagi-bagi duit kita sikat,” tegasnya. (endar yahya)


Komentar