Pimpinan Panwaslu Minahasa bersama dua calon, ROR dan CNR, saat membacakan deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA.

Panwaslu Minahasa Deklarasikan Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

Tondano, MS
Komitmen mewujudkan kampanye yang bersih dan bermartabat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa diserukan dua pasangan calon, Roy Roring-Robby Dondokambey (R3D) dan Ivan Sarundajang-Careig Naichel Runtu (IvanSa-CNR).
 
Janji itu disuarakan dalam Deklarasi Bersama Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA yang dihelat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Minahasa, Rabu (14/2) kemarin.
 
Ketua Panwaslu Minahasa, Doni Rumagit mengatakan, deklarasi ini dilakukan untuk memastikan integritas Pilkada dengan mengajak semua pihak untuk terlibat.
"Tantangan proses demokrasi kita semakin lama semakin dinamis. Tantangan tersebut bisa datang dari berbagai pihak dan sangat mungkin mempengaruhi kualitas pelaksanaan Pilkada yang berintegritas. Makanya Bawaslu memiliki komitmen dan tanggungjawab untuk mewujudkan integritas Pilkada Minahasa," ujar Rumagit.
 
Aspek penyelenggaraan, kontestasi dan partisipasi disebut sebagai bagian penting dimana semua pihak terlibat berkontribusi terhadap tinggi rendahnyanya kualitas Pilkada. Diantara hambatan kualitas Pilkada adalah Politik Uang dan Politisasi SARA. "Politik uang menjadi musuh kita bersama karena praktik ini akan menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Begitu juga politisasi SARA berpotensi menganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Indonesia," paparnya.
 
Diapun mengajak para paslon dan pendukungnya semua elemen masyarakat dan stakeholder, untuk sama-sama mewujudkan pemilu yang bersih, berkualitas, dan menjunjung nilai-nilai luhur bangsa. "Kami berharap melalui deklarasi ini ada pesan yang disampaikan kepada semua pihak supaya secara sungguh-sungguh kita sepakat dan berkomitmen untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas tanpa praktik politik uang dan politisasi SARA," pungkas Rumagit.
 
Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung pada kesempatan itu mengatakan, aparat kepolisian tidak segan-segan menindak siapapun yang melanggar hukum, termasuk pelanggaran Pemilu berupa politik uang dan SARA. "Perlu diketahui, kedua pelanggaran ini masuk unsur pidana. Makanya Polres Minahasa ada yang namanya Satgas Anti Money Politics dan Patroly Cyber. Jadi barangsiapa yang coba-coba melanggar pasti akan berurusan dengan hukum," lugas Pusung.
 
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa, Saptana Setyabudi SH MH berpesan agar proses penyelenggaraan Pilkada Minahasa dilaksanakan dengan baik dan sesuai aturan. "Tapi saya yakin masyarakat akan mampu menciptakan Pilkada Minahasa yang aman dan damai. Sebab selama saya bertugas di sini, saya lihat ciri khas masyarakat Minahasa yaitu menjunjung tinggi persaudaraan. Saya harap itu tetap dipertahankan dalam menghadapi momentum politik tahun ini," pesannya.
 
Deklarasi ini nampak dihadiri oleh calon bupati Minahasa usungan koalisi PDIP, Roy Roring, calon wakil bupati Minahasa usungan koalisi Partai Golkar, Careigh Naichel Runtu, pimpinan Bawaslu Sulut, para pengurus parpol pengusung calon dan Stakeholder Pemilu. (jackson kewas)

Komentar