Bukit Doa Tomohon

Pariwisata Bali ‘Goyang’, Manado Cs Dibidik

ERUPSI Gunung Agung membuat iklim pariwisata Pulau Dewata menukik. Ribuan turis batal masuk Bali akibat bencana tersebut. Situasi ini membuat sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia bakal masuk daftar perburuan pelancong. Termasuk Sulawesi Utara (Sulut) dan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat.

Selain kondusif, jazirah utara Pulau Selebes sebutan populer Sulut memiliki sederet potensi pariwisata unggulan yang sudah mendunia. Contohnya, Taman Laut Bunaken dan beberapa destinasi unggulan di daerah seperti Danau Linow di Kota Tomohon, Bukit Kasih di Kabupaten Minahasa dan objek wisata lainnya.

“Kita prihatin dengan kondisi di Bali saat ini. Namun, di sisi lain, situasi yang terjadi di Pulau Dewata ini, membuka peluang pariwisata daerah-daerah lainnya di Indonesia untuk semakin bergeliat,” aku pengamat pemerintahan dan kemasyarakatan, Rolly Toreh SH, Selasa (28/11).

Semestinya, pemerintah khususnya di daerah-daerah, harus lebih giat mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki, sehingga bisa diketahui masyarakat nasional bahkan internasional. “Sebenarnya, destinasi pariwisata kita tidak kalah bersaing dengan Bali. Buktinya, saat ini Sulut telah ramai dikunjungi wisatawan asing khususnya dari Cina. Persoalannya, kita masih terkendala dalam hal promosi dan sosialisasi. Begitu juga dengan infrastruktur serta pengelolaannya,” tutur dia.

Rolly berharap, peluang itu menjadi titik dorong pengembangan sektor pariwisata di Sulut. Karena, saat ini, pasti banyak pelancong yang  gusar, sehingga mulai mencari daerah alternatif sebagai tempat liburan. “Jika pariwisata di Bali lagi meredup, sebaliknya kita maksimalkan sosialisasi dan promosi agar wisatawan datang di Sulut. Itu harus diiringi dengan penataan tempat wisata yang lebih profesional oleh pemerintah,” sambung Rolly.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memastikan erupsi Gunung Agung telah berdampak pada sektor pariwisata di Bali. Kunjungan wisatawan dipastikan menurun. "Pasti berdampak ke pariwisata karena pesawat tidak masuk," kata Kalla, di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (28/11).

Kalla mengatakan ada 8-9 ribu turis asing masuk ke Bali setiap hari. Erupsi Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu pekan lalu dipastikan mengganggu arus kedatangan turis ke Bali. Kalla tak memastikan perkiraan kerugian akibat erupsi tersebut terhadap sektor pariwisata. "Tentu Menteri Pariwisata ada hitungan. Tapi intinya itu, setiap hari ada kira-kira 8-9 ribu turis asing terganggu masuk ke Bali," ujarnya.

Dengan perhitungan demikian, kata Kalla, selama tiga hari erupsi, berarti ada sekitar 24 ribu turis asing tidak masuk ke Bali.

Terkait dengan penyelenggaraan event internasional, seperti Bali Democracy Forum, Kalla mengatakan penyelenggaraannya bisa saja dipindahkan ke Jakarta, terutama bila aktivitas Gunung Agung belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Rencananya, Bali Democracy Forum akan berlangsung pada 7-8 Desember 2017 di Nusa Dua, Bali. Adapun untuk rencana event IMF-World Bank Annual Meeting 2018, yang bakal digelar Oktober 2018, Kalla menuturkan hal tersebut akan dievaluasi sampai Maret atau April 2018. "Kalau keadaannya dinilai masih berbahaya, maka panitia akan evaluasi," ucapnya. Meski demikian, Kalla berharap erupsi Gunung Agung bisa berhenti pada awal tahun depan.(tmp/tim ms)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.