Patek Teror Petani Cabe

Pemerintah Minta Petani Lakukan Upaya Preventif

 

Langowan, MS

Wabah penyakit Antraknosa atau yang biasa disebut Patek, membuat petani cabe di Minahasa resah. Pasalnya, musim hujan yang terjadi beberapa bulan belakangan ini membuat wabah Patek cepat meluas. Bahkan sejumlah petani terpaksa harus gigit jari akibat tanamannya diserang Patek.

 

"Sudah berbagai cara dan upaya dilakukan, namun serangan hama patek tetap tak bisa dicegah," keluh Fian, salah satu petani cabe di Langowan yang tanamannya terkena wabah Patek.

Dia menuturkan, serangan penyakit di wilayah lahan pertanian yang dikelolanya terjadi secara sporadis, khususnya pada musim hujan belakangan ini. Awalnya, cakupan areal tanaman cabe yang terkena hama masih sedikit, namun sekarang makin parah.

“Sudah ada sekitar 7 sampai 8 hektare tanaman cabe yang terserang di daerah sini,” bebernya.

Kondisi serupa dialami Stenli, petani cabe di Tompaso. Untuk memberantas wabah patek, dirinya mengaku telah mengeluarkan biaya yang cukup tinggi dengan membeli berbagai pestisida. Sayangnya upaya itu sama sekali tak membuahkan hasil.

“Serangan patek ini langsung menyerang pada bagian buah, akibatnya cabe langsung membusuk sehingga tak ada bagian yang bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Padahal, saat ini tanaman yang terserang Patek tersebut rata-rata sudah dalam kondisi siap panen. "Ini merupakan kerugian yang sangat besar bagi kami. Seharusnya kami menuai keuntungan dari hasil penjualan cabai, akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya,” ucapnya lesu.

 

Petani Diminta Lakukan Upaya Preventif 

Menyikapi masalah wabah Patek yang menyerang tanaman cabe, Dinas Pertanian dan Peternakan Minahasa saat dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk mencegah wabah patek dibutuhkan upaya preventif atau bersifat pencegahan.

"Karena kalau buah cabe sudah kena (patek) tidak bisa sembuh lagi. Malah tanaman yang terkena sebaiknya dicabut dan dibakar supaya jamurnya tidak menyebar ke tanaman lain," jelas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Suhban Torar didampingi Kabid Penyuluhan, Hengky Wulur.

Namun kata dia, penyakit Patek dapat dikendalikan sejak awal pertumbuhan. Alternatif terakhir untuk penanggulangan penyakit ini yaitu dengan penggunaan Pestisida. 

"Ada beberapa jenis pestisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan patek. Tapi itu pun sudah harus dimulai sejak masa tanam cabe. Intinya butuh pendampingan secara berkelanjutan dari petani serta pengamatan yang jeli untuk melihat tanaman yang memiliki gejala patek," paparnya.

Torar menjelaskan, untuk mencegah Patek sangat dibutuhkan pengendalian, khususnya pada perkembangan pertumbuhan tanaman di masa vegetatif. "Selain pestisida, perlakuan pemupukan harus, karena jika berlebihan justru dapat membuat tanaman rentan terserangan penyakit," sebutnya.

"Banyak petani berpikir pemupukan yang banyak akan mempercepat pertumbuhan tanaman, tapi banyak yang tak tahu bahwa tidak terkontrolnya pemupukan justru membuat tanaman gampang diserang penyakit," tambahnya.

Disatu sisi, memang benar diakuinya bahwa penyakit Patek menyebar dengan cepat pada musim penghujan. Itu dikarenakan penyakit tersebut disebabkan oleh jamur yang menyebar secara sporadis khususnya ditanah dengan tingkat kelembaban tinggi.

"Penyakit patek sudah delapan tahun terakhir menyerang tanaman cabe di wilayah Minahasa. Kerugian petani sudah sangat besar. Makanya penting ada upaya pencegahan, karena kalau sudah terserang tanaman tak bisa ditolong lagi dan akibatnya petani mengalami kerugian besar akibat gagal panen," tandasnya. (jackson kewas)

 

Komentar

Populer hari ini

Sponsors