James Sumendap


PDIP Cari Par, Golkar Tunggu Survey

TENSI politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus menanjak. Hawa ‘perang besar’ berebut tahta orang nomor satu di wilayah pecahan Minahasa Selatan ini, mengencang. Aroma rivalitas antara PDIP dan Golkar, semakin tercium.

Di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mitra, tampaknya masih mencari pasangan yang cocok untuk James Sumendap (JS) yang diketahui akan menjadi calon tunggal bupati di Pilkada 2018 mendatang. Lain halnya dengan Golkar yang diyakini masih memiliki simpatisan hingga mesin partai yang baik, masih harus menunggu hasil survey sejumlah tokoh yang akan ditampilkan dalam pencalonan sebentar.

Meskipun sejumlah nama kini menyembul ke permukaan, partai dominan warna merah berlambang kepala banteng ini masih belum menemukan pasangan yang cocok. Padahal, sejumlah nama yang terus mencuat diantaranya, Tavif Watuseke yang tak lain kader partai dan menjabat sebagai Ketua DPRD Mitra terus melakukan sosialiasi dan diindikasikan dapat terjaring dalam survey internal partai. Namun, kini sejumlah nama lain terus dielus bahkan di luar kader partai. Sebut saja Welly Munaiseche yang tak lain sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Mitra, turut diangkat ke permukaan, menyusul kader partai lainnya di Mitra, termasuk Vocke Ompi hingga Ronald Kandoli yang diprediksi bakal menjadi kartu as-nya PDIP, untuk tetap berdampingan dengan JS.

“Saya siap saja. Kalau memang dipercaya mendampingi JS ataupun masuk dalam survey partai,” singkat Munaiseche, belum lama ini.

Sekretaris DPC PDIP Mitra Sem Montolalu sendiri menyatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk terkait penjaringan calon wakil bupati. “Belum-belum. Ada waktunya, meski saat ini memang banyak yang sudah dikait-kaitkan untuk menjadi pasangan pak ketua (JS),” ujar Montolalu yang juga dielus untuk maju dalam bursa calon wakil bupati mendampingi JS.

Di lain pihak, Golkar yang dinilai bakal menjadi salah saingan PDIP dalam Pilkada meski harus melakukan koalisi dengan partai penghuni gedung DPRD lainnya, kini tengah melakukan survey terhadap beberapa tokoh masyarakat dan kalangan kader partai yang ada. “Kalau koalisi itu memang harus dilakukan karena kita belum mencukupi jumlah minimal dalam pengusungan calon bupati maupun wakil bupati. Entah itu bersama siapa, kita masih melihat segala kemungkinannya,” ungkap Ketua DPD II Partai Golkar, Tonny Lasut.

Menurutnya, beringin saat ini sedang melakukan survey terhadap sejumlah tokoh masyarakat serta kader partai yang akan dicalon sebagai calon bupati dan wakil bupati. “Kita menunggu survey saja dan mengikuti mekanisme yang ada. Kalau memang surveynya menunjukkan hasil positif tentu ada sejumah langkah yang diambil. Kita lihat saja nanti,” ujar Lasut. (recky korompis)

Komentar