Olly Dondokambey & Stevanus Runtu

PDIP dan Golkar Target Jawara di Pilkada Minahasa

Pertarungan Strategi dan Gengsi

 

Tondano, MS

Eforia pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa terus menyeret antusias publik. Tak hanya karena hadirnya para tokoh ternama dibelakang arena pertarungan, kemenangan di Tanah Malesung jadi harga mati bagi dua partai politik (parpol) dengan basis pendukung terbesar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Golongan Karya (Golkar).

Menilik persiapan jelang bergulirnya tahapan pesta demokrasi rakyat Minahasa, baik PDIP maupun Golkar terus memperkuat semua inftastruktur yang dibutuhkan dalam medan pertarungan nanti. Beringin bahkan sudah mengambil langkah awal dengan melakukan penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. 

Dua figur yang mendominasi suara, Ivan Sarundajang (IvanSa) dari eksternal dan Careig Naichel Runtu (CNR) dari internal, diprediksi kuat bakal jadi pasangan yang dijagokan partai besutan Setya Novanto di arena Pilkada Minahasa.

Duet figur muda ini yang membuat Golkar begitu optimis merebut kembali kemenangan di Minahasa.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Sulawesi Utara (Sulut), Victor Rompas, menyebut, Minahasa adalah salah satu dari empat daerah yang jadi target kemenangan Partai Golkar pada Pilkada serentak di enam daerah tahun 2018 mendatang. "Target kita di Sulut dalam pemenangan Pilkada minimal 60 persen, termasuk di Kabupaten Minahasa," sebut Rompas optimis.

Kemenangan di Kabupaten Minahasa memang diprediksi akan jadi prioritas utama Partai Golkar. Tersirat jelas dimana Minahasa jadi daerah pertama dari enam daerah penyelenggara Pilkada di Sulut yang telah melakukan penjaringan bakal calon kandidat. Rompas tak menampik hal itu.

"Golkar sudah siap infrastrukturnya, dan kita akan bertempur untuk memenangkan Pilkada, termasuk Minahasa. Kita akan rebut kembali kemenangan itu," serunya.

Optimisme serupa disuarakan kubu Moncong Putih. Tekad untuk merajai pertarungan politik di Pilkada Minahasa jadi harga mati PDIP.

"Target kita sapu bersih kemenangan di enam daerah, tapi yang jadi prioritas ada empat daerah yang kepala daerahnya berstatus incumbent, salah satunya Kabupaten Minahasa," cetus Ketua Bappilu DPD PDIP Sulut, Lucky Senduk.

Namun dibebernya, hingga kini belum ada putusan resmi terkait siapa calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan diusung PDIP di Pilkada nanti. "Kita mengikuti mekanisme partai dimana sebelum dilakukan penjaringan akan ada proses survei. Hasil survei ini adalah salah satu penentu kelayakan setiap bakal calon yang akan dijaring. Soal siapa yang akan ditetapkan nanti itu tergantung DPP," paparnya.

Senduk bahkan mengatakan, ada standar yang ditetapkan DPP PDIP dalam proses survei nanti. Khusus incumbent, presentasinya harus lebih besar dari bakal calon yang tidak berstatus incumbent.

"Jika ada incumbent yang hasil surveinya dibawah 30 persen, itu mencerminkan bahwa figur itu sudah tidak diinginkan masyarakat, tentu peluangnya akan semakin kecil," sebut Senduk.

"Intinya survei bertujuan untuk melihat apakah figur itu masih diinginkan masyarakat atau tidak," tambahnya.

 

 

PDIP dan Golkar Kans Tarung 

Disatu sisi, peluang terjadinya koalisi PDIP dan Golkar dalam Pesta demokrasi di Kabupaten Minahasa dinilai terlalu kecil. Pilkada Minahasa kuat dugaan akan jadi arena pertarungan dua partai tersebut.

Meski tak menafikkan akselerasi dari partai besar lainnya, seperti Demokrat dan Gerindra. Namun rivalitas dua musuh bebuyutan di Tanah Toar Lumimuut, kans tak terelakkan. Mengingat 'dendam' politik antar kedua partai itu sudah merambah hingga ke akar rumput.

"PDIP dan Golkar sulit menyatu di Minahasa. Golkar pasti bertekad merebut kembali kejayaannya, mengingat Golkar sempat 10 tahun berkuasa di Minahasa saat kejayaan SVR. PDIP juga tentu tak mau melepaskan tahta yang kini ada dalam genggaman," tanggap pengamat politik Sulut, Taufik Tumbelaka.

Pun begitu, kans Golkar untuk menang dinilai sangat memungkinkan terjadi bila pertarungan dilakukan head to head dengan PDIP. "Kalau ada beberapa parpol yang mengusung calon, Golkar harus ekstra kerja keras. Tapi jika hanya bertarung dengan PDIP, peluang menangnya akan lebih besar. Jadi Golkar harus bermanuver agar Pilkada Minahasa hanya mengusung dua pasangan calon," urai Taufik. (jackson kewas)

 

Banner Media Sulut

Komentar