Lokasi para pedagang menjajakan jualan di bawah Jembatan Soekarno.(foto : devy kumaat)

Pedagang Bakal Bertahan di Bawah Jembatan Soekarno

Manado, MS

Selang setahun ini, sejumlah pedagang yang beraktifitas di Pasar Bersehati masih menempati bagian bawah Jembatan Soekarno. Penempatan tersebut dikabarkan mendapat restu Direktur Utama (Dirut) Perusahan Daerah (PD) Pasar Manado, mengingat pembangunan hangar masih dalam proses pengerjaan.

"Kami diberi waktu jika bangunan hanggar yang sedang dibangun selesai, baru menggosongkan area bawah jembatan," ungkap seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (7/12) kemarin.

Menurut dia, mereka beraktifitas menjajakan barang dagangan di kolong jembatan sudah berlangsung satu bulan lebih. Sementara itu, pantauan di lokasi, para pedagang menjual ayam dan kambing untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu, daging babi, ikan, sayur mayur dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Disinggung terkait pemberitahuan pemerintah agar pedagang segera mengosongkan area tersebut, turut dibenarkan. "Kami hanya pedagang dan mengikuti saja apa yang disepakati awal. Soal ada surat biar urusan para petinggi-petinggi saja," ujarnya.

Hal tersebut dianggap memicu polemik. Sebab, di sisi lain, PD Pasar merestui penempatan pedagang di kolong Jembatan Soekarno, sementara di sisi lainnya kelur pemberitahuan pemerintah untuk mengosongkan area ini.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Terry Umboh menuturkan, pihak-pihak berkompeten diharapkan tidak membuat kebijakan yang membingungkan pedagang. Artinya, koordinasi harus dilakukan.

"Begini ini jurang yang tersaji, heran juga kondisi membuat pedagang serba salah. Harus ada penyelesaian," pungkasnya. Untuk diketahui, anggaran pembangunan hanggar di Pasar Bersehati berbandrol Rp4 Miliar dengan masa kerja sekitar 90 hari.(devy kumaat)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado