Stella Sompe

Pekerjaan Adalah Berkat

Sederet kisah telah dirangkai, Dr Stella S Sompe SH MAP, dalam mengemban tugasnya selama di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa. Tak sedikit pengalaman mengesankan dirajut. Susah senang dilalui. Namun konsistensi terhadap pekerjaan tetap dipeliharanya.Ketulusan hati dan kecintaan terhadap pekerjaan, sebagai modal utamanya untuk giat berkarya. Akselerasinya selama ini di lembaga penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) itu, semuanya diakui karena karunia yang diberikan Tuhan kepadanya. Pekerjaan baginya adalah berkat maka perlu disyukuri dan dijalani dengan sebaiknya.
Komitmen dalam tugas tanggung jawab terus berbuah manis. Prestasi emas diraih Stella, sejak mulai bergelut di KPU Minahasa tahun 2004. Selain dipercayakan sebagai Kepala Sub Bagian (Kassubag) Hukum, wanita kelahiran 1969 ini boleh juga menyelesaikan  study S3-nya di tahun 2018.
Bekerja di KPU baginya sangat menantang maupun dinamis.
Di lembaga ini dirinya bisa berhubungan langsung dengan masyarakat, partai politik dan stakeholder. Iklim kerja di kantor dirasanya sangat kondusif karena komunikasi, koordinasi secara vertikal maupun horizontal terjalin dengan baik. “Sementara untuk kesulitannya, kegiatan sangat padat dan kinerja harus sejalan dengan program, tahapan dan jadwal Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan Pemilu serta harus sesuai dengan regulasi yang ada. Ketika tidak demikian maka sanksi-sanksi menanti penyelenggara Pemilu baik teguran administrasi maupun dilaporkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” pungkas Stella.
Bekerja di posisi Kasubag Hukum KPU Minahasa, Stella menanamkan tekad bekerja dengan ketulusan hati dan mencintai pekerjaan. Ini supaya tidak menjadi beban karena pekerjaan adalah berkat Tuhan yang patut disyukuri. “Bekerja di bagian Hukum KPU Kabupaten Minahasa memang agak sulit karena untuk regulasi harus dianalisa secara cermat dan hati-hati, rasional dan yang tidak kalah pentingnya juga harus ada konsultasi serta koordinasi dengan pimpinan,” sebutnya.
Sepanjag bertugas di KPU Minahasa hal yang paling berkesan menurutnya, ketika harus bekerja tanpa pandang waktu. Hal itu karena sebagai penyelenggara pemilu tidak mengenal tanggal merah atau libur sebab harus sesuai dengan tahapan kalender. “Artinya bahwa setiap saat harus siap melaksanakan tugas pokok dan fungsi, sebagai penyelenggara pemilu tanpa melupakan waktu untuk beribadah dan keluarga. Kadang-kadang juga ada candaan bahwa untuk penyelenggara pemilu dilarang sakit,” tutur wanita yang punya prinsip, ‘hidup dan berkarya sesuai kasih karunia Tuhan’ ini.  (arfin tompodung)



Komentar