Cindy Wurangian dan Rudi Mokoginta

Pemerintah Lemah Hadapi Pemain Harga Cabe

Dinas Ketahanan Pangan Disebut Tak Punya Inovasi

 

Manado, MS

Sorotan tajam menyasar Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Lemahnya penanganan terhadap pelaku kartel jadi penyulut. Instansi ini disebut, tak punya inovasi menyelesaikan persoalan kenaikan harga. Salah satunya masalah cabe.

Harga cabe yang tak terkendali jadi boomerang bagi para eksekutif di Bumi Nyiur Melambai. Pemerintah dinilai tidak ada tindakan konkrit mengatasi persoalan itu. “Cabe bisa naik turun kenapa tidak ada tindakan dari pemerintah. Misalnya dari 40 tiba-tiba jadi 140 ribu per kilo. Apa yang pemerintah buat atas masalah kenaikan rica,” tegas Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Cindy Wurangian saat pembahasan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulut 2016, bersama Dinas Ketahanan Pangan Sulut, di ruang rapat 3 kantor dewan Sulut, Senin (17/7).

Sikandi gedung cengkih ini menuntut, agar penanganan masalah kenaikan harga jangan hanya terus-menerus menggunakan cara lama. Perlu adanya inovasi baru dari instansi tersebut. Harus menelusuri, jangan sampai ada yang bermain harga.  “Mengatasi harga rica jangan hanya dengan cara-cara lama.  Seharusnya kepemerintahan ‘Sulut Hebat’,  benar-benar ditunjukkan di sini. Bagaimana bisa menjadi hebat harga cabe saja naik turun,” ungkap politisi Golkar itu.

“Jangan hanya sampai di pemberian bibit saja, harus mengatasi permasalahan yang sudah sering terjadi setiap tahunnya ini,” sambung dia.

Pelaksana tugas Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Sulut, Rudi Mokoginta menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim guna mengatasi inflasi harga di pasaran. “Tim pengendali inflasi daerah di dalamnya adalah Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Perdagangan, Bank Indonesia, Bulog dan pihak kepolisian untuk melakukan penelusuran,” jelas asisten 2 Pemprov Sulut bidang Perekonomian dan Pembangunan itu.

Ia mengakui, melonjaknya harga karena ada permainan pedagang besar. Makanya menurut Mokoginta, dalam setiap pengawasan mereka mengikutkan pihak kepolisian. “Supaya kedapatan langsung ditindak tegas,” ucapnya.

Dalam upaya memberi pengaruh terhadap inflasi, dinas ketahanan pangan melakukan kerjasama dengan pertanian  dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK).  “Kita melakukan program untuk pemanfaatan lahan pekarangan. Salah satunya menanam rica untuk meningkatkan produksi. Kalau itu berjalan bagus bisa mengatasi kekurangan pangan khususnya cabe. Kalau kita monitoring terus ini akan berpengaruh terhadap inflasi,” jelas salah satu personil dinas ketahanan pangan. (arfin tompodung)

Banner Media Sulut

Komentar