Fanny Legoh

Pemprov Siap Investigasi Naker Ilegal ke Kongo

Manado, MS

Penuntasan masalah pengiriman tenaga kerja (Naker) ilegal ke Kongo mulai dipacu. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan tegas menyatakan bakal investigasi masalah ini hingga ke pusat. Wacana penangkapan Intje Kondihi pun dilayangkan. 

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov Sulut menjelaskan, pihaknya bersama dewan telah bersepakat untuk membentuk tim guna menelusuri lebih jauh persoalan pengiriman Naker ke Kongo. “Sesuai aturan pengiriman tenaga kerja di Kongo ini menyalahi aturan. Pemprov akan membuat tim untuk investigasi masalah ini sampai ke pusat,” ucap Kepala Disnakertrans, Erny Tumundo melalui Sandy Kaunang.

Pihaknya akan mencari tahu bagaimana penanganan secara pidana terhadap oknum yang melakukannya kepada masyarakat notabene warga Sulut. “Perusahaan yang melakukan rekrutmen lewat agennya yang adalah oknum orang ini (Intje, red), tidak berdomisili di Sulut tapi di Singapura. Makanya perlu ada penanganan yang skalanya international. Kalau di Bitung itu hanya agennya yakni satu orang,” pungkas dia.

Persoalan ini pun mendapat desakan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Fanny Legoh. Ia mendorong, supaya Intje Kondihi harus ditangkap. “Intinya harus tangkap Intje Kondihi, dialah dalang dari semua ini. Karena sudah lama kasus berlangsung kenapa dia tidak bisa ditangkap,” tegas politisi PDIP itu.

“Sampai saat ini pengiriman masih terjadi dan dikabarkan ada beberapa orang terlantar di sana,” tambahnya. (arfin tompodung)

Banner Media Sulut

Komentar