Pemprov Tindak Lanjut Mutasi Guru di Boltim

Manado, MS

Permasalahan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diseriusi. Para 'oemar bakrie' korban mutasi pasca pelimpahan sejumlah kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi.

Dinas Pendidikan Nasioanl (Diknas) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberi perhatian khusus kepada para guru imbas kebijakan pengalihan kewenangan Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi, 1 Oktober lalu. Hal itu sesuai  implementasi Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Sesuai penjelasan Kepala Dinas (Kadis) Diknas Sulut, Asiano Asiano Gamy Kawatu (AGK) yang membenarkan sudah bertemu dengan para 'pahlawan tanpa tanda jasa' asal Boltim itu. Menurutnya, yang datang ke kantor Diknas Sulut, diawali ketidakcocokkan lagi antara para guru tersebut dengan Kepala Sekolah (Kepsek) -nya. Serta berdasarkan surat mutasi yang diketahuinya tertanggal 30 September 2016. "Sesuai edaran dari Wagub (Wakil Gubernur) Steven Kadouw, tetap so nimbole ganti-ganti," tandas Kawatu kepada Media Sulut, (6/10) kemarin.

Menindaklanjuti laporan ke 9 guru korban mutasi itu, AGK menegaskan, Diknas Sulut akan mempelajari kebenaran laporan tersebut, sehingga bisa memperoleh satu kesimpulan untuk ambil langkah-langkah sesuai aturan. "Nanti torang lihat laporannya, kita akan verfikasi. Hari senin, ada staf yang akan kesana. Baru dasar itu torang akan bertindak, karena jangan cuma sepihak torang dengar. Baru disitu torang laporkan ke pimpinan (Gubernur dan Wagub),"ujarnya.(sonny dinar)


Komentar