Pemukulan tetengkoren tanda dibukanya FIT III, Mukernas XIV IAKMI dan Raker Tahunan X.

Penderita Hipertensi Tak Berobat Sentuh 75 Persen


Pembukaan FIT III, Mukernas IAKMI dan Raker Tahunan X

 

Manado, MS

Sesuai data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), ada 75 persen keluarga menderita hipertensi namun tidak melakukan pengobatan. Sementara, 58,55 persen keluarga masih ada perokok di dalam rumah, 9,00 persen belum punya jamban keluarga dan 10 persen keluarga mempunyai persoalan dengan orang gangguan jiwa.

 

Hal ini diungkap Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof Dr Nila Moeloek SpM melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Dr Anung Sugihartono MKes.  "Ini merupakan hasil  yang menunjukkan bahwa perilaku sedang menjadi tantangan kita. Keinginan kita membangun SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas dan menjadi bangsa yang berdaya saing di tingkat regional maupun di tingkat global. Apakah ini akan kita capai atau tidak, jawabannya ada pada kita sendiri. Termasuk ahli kesehatan masyarakat yang saat ini sedang berkumpul di Kota Manado ini," ujar Dirjen saat membacakan pesan Menkes pada acara Forum Ilmiah Tahunan (FIT) ke-III, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-XIV Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Rapat Kerja (Raker) Tahunan ke-X Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI), di Hotel Four Point, Rabu (18/10) kemarin.

 

Menkes menaruh harapan besar lewat forum itu. Hal itu karena pembangunan kesehatan merupakan bagian integral nasional dengan mengusung agenda Program Indonesia Sehat (PIS). Bertumpu kepada 3 pilar yakni paradigma sehat, pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan. "Saya punya harapan kepada IAKMI dan AIPTKMI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaku pembangunan kesehatan di Indonesia.  Pembangunan nasional sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana pembangunan jangka menengah 2015-2019 mengamanatkan untuk bisa mencapai visi terwujudnya Indonesia berdaulat, mandiri, berkepribadian, berlandaskan gotong-royong," paparnya.

 

Tenaga kesehatan masyarakat dinilai mempunyai peran yang penting meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menggerakan pembangunan berwawasan kesehatan. Makanya ia meminta, IAKMI membantu memikirkan upaya pelayanan kesehatan masyarakat secara berjenjang. Termasuk standar kompetensi tenaga kesehatan masyarakat yang diperlukan di setiap strata tersebut. “Bersama AIPTKMI bisa mengembangan ide-ide inovatif melalui pembelajaran yang terintregasi dan efektif serta meningkatkan kompetensi para lulusan sarjana kesehatan masyarakat agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat," harapnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey yang hadir sekaligus membuka forum tahunan ini mengatakan, pembangunan kesehatan adalah rangkaian upaya berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi warga negara. Demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai modal dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

 

 

"Terselenggaranya musyawarah kerja nasional ini, dalam rangka memperkuat langkah ke depan bagi segenap komponen ikatan ahli kesehatan masyarakat Indonesia," katanya.

 

Lewat momentum ini pula ia berharap, kiranya semua stakeholder yang ada dapat menyolusikan berbagai tantangan pembangunan bangsa. Khususnya pada sektor kesehatan dan gizi masyarakat. Selain itu pula, mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait isu penting yang aktual dan strategis di bidang kesehatan masyarakat.

 

Ketua Panitia Daerah, Prof DR dr Grace Debbie Kandou MKes menambahkan, tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah membahas isu strategis kesehatan masyarakat. Didalamnya yakni gerakan masyarakat hidup sehat, jaminan kesehatan nasional, pendidikan kesehatan masyarakat berkelanjutan,  sustainable development goals dan desa sehat. "Acara ini diiikuti 700 peserta yang terdiri dari ahli kesehatan masyarakat termasuk dekan-dekan FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) se-Indonesia," tutur dekan FKM Unsrat ini.

 

“Hadir juga Wali Kota Manado Dr Ir Vicky Lumentut MSc DEA dan Bupati Lampung Selatan Dr Zainuddin Hasan MHum. Kedua pejabat ini akan memberikan materi tentang ‘Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kota Manado dan Kabupaten Lampung Selatan,” tutup Kandou.

 

Adapun sebagai pemateri, Menteri Kesehatan RI Prof Dr Nila Moeloek SpM, Ketua Umum AIPTKMI dr Agustin Kusumayati MSc Phd, Ketua Umum IAKMI Dr Ridwan Mochtar Thaha MSc, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Dr Anung Sugihartono MKes, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Pedesaan Prof Dr Ahmad Yustika, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, Dr Siswanto MHP DTM.

 

Acara ini turut dihadiri Ketua Umum IAKMI, DR Ridwan Mochtar Thaha MSc, Ketua Umum AIPTKMI dr Agustin Kusumayati MSc PhD, Ketua Panitia, Kepala Bidang Litbang Kesehatan Dr Siswanto MHP DTM, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Edwin Silangen SE MS, Kepala Dinas (Kadis) kesehatan Sulut dr Debbie Kalalo. (sonny dinar)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado