Penembakan Brutal di Las Vegas AS 50 Orang Tewas

KISAH tragis kembali mendera Amerika Serikat. Penembakan brutal, lagi-lagi terjadi. Tak tanggung-tanggung, 50 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa  menggenaskan yang terjadi di Las Vegas.

Jumlah korban jiwa kans bertambah. Itu menyusul ratusan korban lainnya, masih dalam perawatan intensif. Kejadian memilukan itu  terjadi Minggu (1/10) malam, dekat Kasino Mandalay Bay, Las Vegas.

Puluhan ribu orang yang tengah menikmati konser musik Route 91 Harvest, tiba-tiba dihujani dengan rentetan tembakan. Ratusan korban pun berjatuhan.

Informasi yang dirangkum, sedikitnya ada 406 orang korban, dan 50 diantaranya telah meninggal. Dan kemungkinan bakal bertambah. Tingginya jumlah korban jiwa tersebut menjadikan  insiden itu menjadi penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS. Jumlah korban jiwa dalam insiden ini melampaui insiden penembakan di kelab malam di Orlando pada tahun 2016 lalu, yang menewaskan 49 orang.

 

"Departemen Pemadam Kebakaran Clark County memperkirakan 406 orang dilarikan ke rumah sakit setempat dan 50 orang tewas dalam penembakan Minggu (1/10) malam," demikian keterangan Kepolisian Metropolitan Las Vegas, seperti dilansir The Guardian, Senin (2/10).

Kepolisian Las Vegas memastikan pelaku penembakan saat berlangsung festival musik di dekat Kasino Mandalay Bay tersebut, dan bertindak seorang diri. Pelaku diyakini melepas tembakan dari balkon lantai 32 Hotel Mandalay Bay ke arah kerumunan penonton festival musik Route 91 Harvest yang digelar secara outdoor di seberang hotel. Motif penembakan masih tengah diselidiki.

"Terdapat seorang pelaku penembakan di lantai 32 (hotel) Mandalay Bay. Polisi mendatangi pelaku di lokasi itu. Pelaku telah tewas saat ini," ujar Sheriff Joseph Lombardo dari Kepolisian Metropolitan Las Vegas dalam konferensi pers.

"Pelaku telah diidentifikasi. Dia seorang warga lokal. Saya tidak akan merilis namanya untuk saat ini," ucapnya. "Kami meyakini bahwa penyerang utama dalam insiden ini telah tewas dan tidak lagi menjadi ancaman," tegas Lombardo.

Sementara pelaku penembakan brutal itu diidentifikasi bernama Stephen Craig Paddock (64) yang tinggal dari Mesquite, Nevada. Unit taktis reaksi cepat harus menggunakan bahan peledak untuk memasuki kamar Paddock, dan menemukan pria asal Mesquite, Nevada, itu telah meninggal dunia.

"Ini merupakan hari yang saya harap tidak pernah saya saksikan dalam 27 tahun karier saya sebagai penegak hukum," ucap Wakil Sheriff, Kevin C McMahill kepada CNN. "Kami tidak menduganya akan terjadi," imbuhnya

Pelaku sendiri sebelum menjalankan aksinya sempat ditemani seorang perempuan berkewarganegaraan AustraliaNews.com Australia, melansir The Courier Mail, Senin (2/10) melaporkan, perempuan 62 tahun bernama Marilou Danley tersebut bisa jadi memiliki darah Indonesia. Danley diketahui merupakan profesional dalam judi dan kasino, serta tinggal di Reno, Nevada. Merujuk laman Linkedin-nya, Danley pernah bekerja sebagai pegawai Atlantis Casino pada 2010-2013.

Polisi Las Vegas telah menemukan Danley. Mereka meyakini, Danley tidak ada hubungannya dengan aksi penembakan brutal yang dilakukan Paddock. Tragedi ini menewaskan 50 orang dan melukai sedikitnya 200 orang lainnya.

Berbicara kepada wartawan sambil menahan emosinya, Sheriff Lambardo menambahkan, polisi kini sedang menggeledah rumah dan kamar tempat Paddock menginap. Menurut Lombardo, pihaknya telah menemukan kendaraan tersebut, dan juga Danley.

"Ada petugas kami di kediaman Paddock dan kami akan segera membawa surat izin penggeledahan," tutur Lombardo seraya menyebut bahwa tragedi ini juga menewaskan rekan mereka sesama polisi. "Kami sedang bertahan, dan melakukan yang terbaik," imbuhnya. "Kami akan terus memerhatikan kesehatan mereka," ujar Lambardo tentang para petugas perespons darurat.

Sementara Kementerian Luar memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban penembakan di Mandala Bay. "Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dari kejadian penembakan di Las Vegas," kunci Juru Bicara kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Senin kemarin.

Presiden AS, Donald Trump langsung merespon aksi penembakan brutal tersebut. Ungkapan berduka dihaturkan untuk keluarga para korban. "Ucapan belasungkawa dan simpati saya yang paling hangat kepada para korban dan keluarga korban penembakan Las Vegas yang mengerikan. Tuhan memberkati kalian!" tulis Presiden Trump melalui akun Twitter pribadi, dilansir dari Arutz Sheva, Senin kemarin.(dtc/okz)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.