Pertemuan dengar pendapat antara Mega Jasa Kelola (MJK) dengan kuasa hukum ruko Mega Mas di DPRD Manado. (foto : devy kumaat)


Pengelola MJK dan Penyewa ‘Adu’ Pendapat

Hearing Berlangsung Alot

 

Manado, MS

Suasana dengar pendapat antara Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, pihak Mega Jasa Kelola (MJK) serta kuasa hukum penyewa berlangsung alot, Selasa (12/9) siang. Silang pendapat kerap mewarnai pertemuan tersebut.

Dari sejumlah tuntutan yang dilayangkan pihak penyewa, persoalan listrik dan air merupakan materi utama. Penyewa mendesak agar kebutuhan listrik dan air untuk diperlancar. “Ada baiknya pihak MJK mau membuat suatu MoU (Memorandum of Understanding), sehingga masalah ini di kemudian hari dapat ditindaklanjuti karena merujuk aturan dalam perjanjian tersebut,” kata Kuasa Hukum penyewa, Ramses Purba, Selasa (9/11).

Lanjut dia, jika memang belum bisa dilakukan, sewajarnya hal ini turut dipertanyakan para penyewa. Meski awalnya pihak MJK sudah menerima untuk segera ditindaklanjuti, namun dia meminta agar kesepakatan itu dituangkan lewat perjanjian tertulis di atas kertas. “Hal itu terasa wajar kami meminta kesepakatan tertulis sehingga memberi kenyamanan bagi setiap penyewa ruko di Kawasan Mega Mas tersebut,” ujarnya.

Singkat dibeberkan, awal melakukan penyewaan tidak ada perjanjian yang benar-benar bisa mengikat kesepakatan, sehingga menimbulkan kelemahan malah kecurigaan.

Sementara itu, untuk menambah referensi kesepakatan akhir, Ketua Komisi A DPRD Manado Royke Anter meminta masukkan dari pihak PLN dan PT Air Manado yang hadir dalam hearing. Kedua instansi ini sepakat siap menyalurkan air dan listrik berdasarkan permintaan pengelola lewat surat kesepakatan atau perjanjian yang masuk. Sementara itu, Legal Manajer MJK didampingi rekan-rekannya menyetujui penyaluran listrik dan air terlebih dahulu. 

Anter bersama rekan-rekan komisi seperti Roy Maramis, Syarifudin Saafa, Michael Kalonio dan dihadiri Asisten 1 Pemkot Manado, Mickler Lakat akhirnya sampai pada titik kesimpulan. Mereka meminta pihak MJK secepatnya memenuhi tuntutan pembenahan terhadap masalah listrik dan air ke ruko-ruko penyewa. “Masalah ini perlu dipersingkat dengan mengingatkan pihak MJK sudah mau memasok kedua kebutuhan tersebut, karena materi rapat kali ini berbicara soal itu,” tandasnya.(devy kumaat)

Komentar