Bambang Waskito


Pengerat Dandes Diburu, Kades ‘Digilir’

Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) mulai memburu para tikus yang diduga menggerogoti Dana Desa (Dandes) berbandrol 1.1 Triliun yang telah dikucurkan pemerintah pusat.

Warning pun menyasar para Hukum Tua dan Sangadi atau Kepala Desa (Kades) di wilayah Provinsi Sulut. Di bawah pimpinan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Bambang Waskito, para Hukum Tua dan Sangadi mulai ‘digilir’ penyidik Res Krimsus, untuk diminta klarifikasi soal penyaluran Dandes.

“Ya, kita berencana memanggil para Sangadi dan Hukum Tua, untuk kita minta klarifikasi soal Dandes. Kan ini juga instruksi Presiden langsung untuk mengawal Dandes,” terang sumber resmi Polda Sulut, Rabu (9/8).

Lanjut dikatakanya, sejauh ini sudah ada beberapa pimpinan desa yang sudah diperiksa untuk dimintai klarifikasi. ‘’Sudah ada yang kita periksa (Hukum Tua dan Sangadi). Masih sekedar klarifikasi saja. Kita masih mencari alat bukti dan keterangan dari saksi-saksi,” jelas sumber.

“Kalau memang terbukti, kita akan naikan kasus ini ke tahap penyidikan karena kita komitmen mengawal serta menuntaskan dugaan korupsi Dandes jika ada oknum yang ingin merugikan keuangan negara,” tandasnya.

Diketahui, Selasa (7/8) kemarin, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Ibrahim Tompo didampingi Kepala SubDit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fernando Gani Siahaan menyatakan akan menindaklanjuti sekitar puluhan laporan dugaan korupsi terkait Dandes.

Di antaranya terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Utara, sesuai dengan laporan dari masyarakat. Salah satu yang disebutkan yakni berada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

"Sebanyak puluhan laporan layak untuk diselidiki ," kata Ibrahim.

Menurutnya, puluhan laporan itu akan ditelah lebih dalam lagi agar bisa  dilanjutkan ke tahap penyelidikan atau tidak. Saat ini, statusnya dalam tingkat pengumpulan bahan dan keterangan. Dia pun mengimbau masyarakat ikut mengawasi Dandes di daerah masing-masing.

"Kami akan segera menurunkan tim di lapangan untuk pengumpulan data dan bahan keterangan atas laporan warga dan LSM," tukasnya.

Ia pun berharap elemen masyarakat serta awak media dapat membantu untuk menginformasikan segala bentuk kejanggalan terkait penyalahgunaan Dandes.

“Kami dalami dulu kasus ini, dari hasil keterangan dan bukti yang diserahkan apakah ada indikasi korupsi atau tidak. Untuk itu kami berharap masyarakat atau rekan-rekan dari LSM dan wartawan dapat bersabar menunggu hasil atas laporan tersebut sebab untuk mendalami kasus tidak boleh tergesa-gesa. Pada prinsipnya laporan tersebut tetap akan kami tuntaskan,” tandasnya. (rhendi umar)

Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado