Pelatihan peningkatan kapasitas PLD

Penyimpangan Dandes ‘Menggila’, Pemprov ‘Cambuk’ PLD

Manado, MS

Eksistensi Pendamping Lokal Desa (PLD) di Sulawesi Utara (Sulut) kembali dikorek. Maraknya penyimpangan penggunaan Dana Desa (Dandes) jadi penyebab. Peran mereka dalam sinergitas pengelolaan dana bantuan pusat itu, dipacu. Fungsi PLD dinilai sangat diperlukan dalam membantu, memfasilitasi dan bekerjasama dengan aparatur desa. Ini dalam rangka mengoptimalkan penggunaan Dandes sesuai ketentuan berlaku untuk membangun desa di Bumi Nyiur Melambai. Makanya, pelatihan peningkatan kapasitas PLD kabupaten dan kota se-Sulut dipandang perlu. Langkah itu memiliki nilai strategis guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan PLD saat menjalankan tugasnya di desa.

"Para peserta pelatihan sekalian kiranya mampu melakukan pendampingan lebih baik lagi sesuai metode pendampingan masyarakat desa dan turut berkontribusi dalam perwujudan visi pembangunan daerah," kata Sekdaprov Edwin Silangen yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey pada pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas Pendamping Lokal Desa kabupaten dan kota se-Sulut, di Manado, Selasa (14/11) pagi.

Silangen menjelaskan, desa merupakan ujung tombak pemerintahan di Indonesia. Bahkan Presiden RI Joko Widodo melalui nawacita menekankan pembangunan Indonesia dari pinggiran atau desa.

"Presiden telah mengalokasikan Dandes yang cukup besar untuk membangun desa di Sulawesi Utara. Apa yang dilakukan sampai desa ini adalah bagian dari program nawacita yaitu membangun dari desa," ujarnya.

Keberhasilan pembangunan desa melalui pendampingan desa yang optimal bakal menentukan kesuksesan pembangunan Sulut. "Keberhasilan pembangunan desa tergantung pada keberhasilan pendampingan lokal desa. Kalau desa maju maka kecamatan, kabupaten dan seluruh daerah di Sulut pun akan maju," imbuhnya.

Diketahui, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, untuk membangun kemandirian desa melalui pembangunan dan pemberdayaan desa, perlu didukung tenaga pendamping profesional. Ia haruslah yang mempunyai kapasitas dalam mendampingi desa dan mengawal pelaksanaan program dan kegiatan sektoral di desa. Di tempat yang sama,

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Daerah (DPMDD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Royke H Mewoh menjelaskan tentang tujuan dilaksanakannya pelatihan peningkatan kapasitas PLD tersebut.

"Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas agar mampu memfasilitasi, mensupervisi dan mengendalikan pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) bersama-sama dengan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD)," katanya.

Ditambahkan Mewoh, pelatihan itu juga diharapkan mampu membangun sinergitas di semua jenjang serta adanya pola pemahaman yang sama. “Terhadap implementasi program kegiatan, pembangunan desa dan penyelenggaraan pemerintahan des,” tutup Mewoh dalam pembukaan pelatihan itu yang turut dihadiri ratusan PLD dari kabupaten dan kota di Sulut. (tim ms)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado