Jhon Palandung

Perebutan Calon Bupati PDIP di Sitaro, Ketat


PEREBUTAN kursi kandidat bupati dan wakil bupati Kabupaten Sitaro di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), panas. Sederet figur bersaing ketat. Baik dari internal maupun luar partai.

Itu menyusul sang petahana, Toni Supit tak bisa lagi mencalonkan diri. Mengingat Ketua DPC PDIP Sitaro, telah dua kali menjabat sebagai Bupati. Ada Sejumlah nama yang mencuat.

Seperti, Evangelian Sasingen  (Istri Petahana, red), Siska Salindeho (Wakil Bupati Sitaro), Ivone Bentelu (anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara) dan John Heit Palandung yang kini menjabat Asisten I Pemprov Sulut.

Beredar kabar, Bentelu telah diintruksikan partai, untuk tetap maju di Pilcaleg. Sementara, Siska Salindeho disebut-sebut bakal ‘loncat pagar’, pasca srikandi PDIP mendaftar di Partai Golkar.

Persaingan ketat meruncing ke sosok  Sasingen dan Palandung. “Kelihatannya, untuk calon Bupati PDIP mengarah ke Istri Incumbent (Sasingen, red) dan Palandung. Soalnya, Ibu Ivone (Bentelu, red), telah diperintahkan partai untuk tetap maju di Pilcaleg provinsi,” beber sumber resmi yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.  

“Kalau Ibu Siska mungkin akan naik kendaraan lain. Sebab di partai (PDIP, red)  beliau (Salindeho, red) masih dipersiapkan sebagai calon papan II. Tapi beliau kelihatannya mengincar kursi papan satu,” sambung salah satu kader moncong putih tersebut.

Menurutnya, bola panas kini menyasar ke Palandung. Sinyalemen itu terendus dari intensnya salah satu birokrat senior itu turun lapangan. Dalam berbagai agenda penting di Sitaro, Palandung selalu menjadi pilihan utama Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey untuk tampil.

“Pak Palandung akan jadi pesaing ketat Ibu Sasingen. Beliau juga peluang besar untuk diusung PDIP. Selain putra asli Sitaro, beliau pernah menjabat Sekda Sitaro sekian lama. Jadi sudah populer di kalangan masyarakat,” urai sumber.

“Tapi bisa juga keduanya disandingkan. Yang pasti, partai akan sangat hati-hati dalam menentukan pasangan calon di Sitaro nanti. Itu untuk mengantisipasi kekalahan, seperti yang terjadi di Pilkada Sangihe,” kuncinya.

Sekretaris DPD PDIP Sulut, Franky Wongkar sendiri ketika dimintai tanggapannya, menegaskan pihaknya akan lebih selektif dalam menetapkan pasangan calon di daerah yang petahananya tak bisa dicalonkan lagi. Seperti di Sitaro. “Ada parameternya. Salah satunya survei. Kandidat yang tertinggi survey, yang paling berpeluang untuk diusung partai nanti di Sitaro,” lugasnya.

“Tapi ada pula mekanisme lain, sebagaimana yang tertuang dalam aturan partai. Yang pasti penetapan pasangan calon di Sitaro akan dilakukan lebih selektif. Karena partai menargetkan kemenangan di sana (Sitaro, red),” tandas Wakil Bupati Minahasa Selatan itu.(haman palandung)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado