Gubernur Olly Dondokambey, Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah Brigjen Pol. Bastomy Sanap dan sejumlah tamu penting lain dalam kegiatan ‘Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke-8’ di Manado.

Peredaran Narkoba Incar Perairan Sulut

Gubernur Olly Berharap Peran Bakamla

 

Manado, MS

Telah dibukanya jalur pelayaran Kapal Roll On Roll Of (RoRo) MV Super Shuttle Roro 12 rute Davao (Filipina) – Bitung (Indonesia) dapat mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan. Namun kelancarannya sangat tergantung dengan situasi keamanan laut.

Hal itu dikatakan Gubernur Olly Dondokambey, dalam kegiatan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke-8 yang diadakan di Hotel Aryaduta Manado, Senin (8/5).

"Jalur pelayaran Davao ke Bitung sudah dibuka. Kami berharap Bakamla dapat terus menjaga keamanan laut untuk kelancaran pelayaran," katanya.

Menurut gubernur, pentingnya peranan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam menjaga keamanan laut disebabkan karakteristik wilayah Sulut yang sangat rentan terhadap berbagai tindak kejahatan di laut, seperti penyelundupan, perdagangan manusia, peredaran narkoba. "Kontribusi Bakamla RI sebagai penjaga lautan nusantara sangat penting sehingga kemampuannya perlu dikembangkan agar dapat mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan," imbuhnya.

Terkait dipilihnya Sulut sebagai tempat pelaksanaan MSDE ke-8, menurut gubernur merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Sulut. Kepercayaan itu akan dijawab dengan dukungan yang optimal dari pemerintah daerah bagi suksesnya kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulut ke depan, khususnya dalam aspek kedaulatan maritim di wilayah Sulawesi Utara," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Ari Soedewo, menyampaikan data world drugs report 2016 dari United Nation Office On Drugs and Crime (UNODC) yang menunjukkan peningkatan peredaran narkoba melalui jalur laut yang disebut shouthern route.

Oleh karenanya, melalui kegiatan MSDE ke-8 ini, Soedewo mengharapkan adanya satu formulasi kerjasama teknis operasional berdasarkan ketentuan hukum internasional guna menanggulangi permasalahan tersebut.

"Apabila memungkinkan, formulasi yang dihasilkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat diangkat sebagai sebuah best practices penanggulangan peredaran narkoba melaui laut ke tingkat kawasan Asia Pasifik," katanya.

Seperti diketahui, setelah delapan tahun dilaksanakannya MSDE, terdapat peningkatan terhadap pemahaman hukum laut internasional secara regional. Hal ini dapat dilihat dari pencegahan secara regional dan aktivitas penegakan hukum di laut yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pertemuan multilateral ini dihadiri pula oleh Prof. Stuart Kaye dan Dr Chris Rahman dari The Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), Deputy Commisioner Of ABF Michael Outram, Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah Brigjen Pol. Bastomy Sanap, dan pejabat lainnya. (tim ms)

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors

Banner Media Sulut

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.