Pergantian Kepsek SMKN1 Ratahan Dinilai Upaya Penyelamatan Dunia Pendidikan di Mitra

Ratahan, MS

Demi menyelamatkan dunia pendidikan yang ada di kabupaten Minahasa Tenggara, pergantian kepala sekolah di SMK Negeri 1 Ratahan mendapat perhatian khusus dari ketua Forum kewaspadaan Dini Kabupaten Minahasa Tenggara Semuel Montolalu, SmHK.

"Demi Menyelamatkan dunia pendidikan yang ada dikabupaten minahasa tenggara dimata semua orang,seharus di setiap sekolah tidak diberlakukan yang namanya Punggutan liar (pungli)," ujar montolalu.

Lanjut Montolalu, apa yang dilakukan oleh kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga mitra Ir Denij Porayow untuk mencopot kepala sekolah SMK Negeri 1 Ratahan sudah dikonsultasikan dengan atasan yaitu Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap.

Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga Mitra Ir Dennij porayou Msi ketika dikomfirmasi hari Media sulut rabu (19/10) kemarin di ruang kerjanya, mengatakan pihaknya telah menyurat ke Dinas pendidikan Provinsi kemarin.

"Kami dari pihak dinas pendidikan mitra telah menyurat ke Dinas pendidikan provinsi kemarin," ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum mitra Ini.

Menyikapi apa yang dikatakan kepala dinas pendidikan nasional provinsi Sulawesi utara Asiano kawatu bahwa pergantian Kepala sekolah SMK Negeri 1 Ratahan dinilai menyalahi aturan.

Menyusul terbitnya keputusan pemerintah pusat tentang pengalihan kewenangan porsonel,pendanaan,sarana danPrasarana serta Dokumen SMK dan SMA dari Pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi. Keputusan yang mengacu dari undang undang (UU)Nomor 23 tahun2014 tentang pemerintahan daerah itu telah keluarga sejak 1October 2016.

Diketahui awal pekan ini, pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara lewat kepala Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga Ir Deniij Porayow menyerahkan nota dinas pergantian kepala sekolah SMK Negeri 1 Ratahan dari Notji Ohy ke Plh kepala sekolah yang baru, Dr Tenny Ohy, Mpd. Notji Ohy diganti akibat dugaan ada praktek pungutan liar yang terjadi di SMK Negeri 1 Ratahan pada beberapa waktu lalu. (didi gara)


Komentar