Pertama di Sulut, Tunjangan Sertifikasi Guru Dicairkan

CITRA Kota Pendidikan masih ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon. Utamanya dalam akselerasi memperhatikan nasib guru.  Walau gaji sertifikasi tahap 1 di triwulan 2 belum dicairkan pemerintah pusat, namun petinggi eksekutif di daerah ini, berinisiatif membayar  hak  para ‘Oemar Bakrie’ tersebut. Kebijakan itu dinilai jadi kejadian pertama di Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon, Juliana D Karwur menjelaskan, Pemkot Tomohon melalui dana yang tersedia di kas daerah, mengambil kebijakan untuk segera menyalurkannya ke para guru. “Sejak libur para guru tanpa mereka harus bertanya, kita sudah salurkan pertama gaji 14, kemudian hari ini (Jumat pekan lalu, red) gaji 13 dan sertifikas guru. Ini untuk guru TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar) SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan pengawas,” kata Karwur, Jumat (7/7), akhir pekan lalu.

Wakil Walikota (Wawali) Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan (SAS) berharap, kebijakan ini bisa memotivasi guru untuk tetap melaksanakan tugas mengajarnya dengan baik. “Apa yang kami lakukan ini untuk memacu para guru dalam bekerja. Apalagi baru selesai libur panjang, diharapkan dengan adanya pembayaran sertifikasi ini mereka bisa termotivasi,” ucap  Sompotan.

Penyelesaian tunjangan serfikasi tahap 1 triwulan 2, disebut Walikota Tomohon, Jimmy F Eman sebagai oleh-oleh untuk guru. Akhir pekan lalu, Walikota sudah mendesak agar penerimanya didata secepatnya supaya hak mereka segera terbayarkan. “Walaupun dana belum turun dari pusat tapi kami mengambil kebijakan ini. Silahkan guru-guru untuk memproses dana sertifikasi ini yang adalah kado  pemerintah kota, supaya mulai hari ini (Jumat pekan lalu, red) sudah bisa dicairkan. Kalau masalah gaji 14 dan 13 memang biasa kalau dibayar tapi untuk tunjangan sertifikasi ini yang pertama di Sulut,” kunci Eman.(arfin tompodung)

Banner Media Sulut

Komentar