Pesan Jokowi Untuk GSVL Cs

RAPAT Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Malang, berakhir, Kamis (20/7). Sekira 98 kepala daerah hadir dalam kegiatan tersebut. Diantaranya, Walikota Manado, Walikota Bitung dan Wakil Walikota (Wawali) Tomohon.

Saat menutup Rakernas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah penting hal yang perlu diterapkan di daerah masing-masing. "Kita dapat memenangkan, berkompetisi dengan satu inovasi-inovasi yang memperbarui. Kedua kreativitas, industri kreatif kita sangat tinggi. Ketiga, entrepreneurship, melalui kebijakan wali kota pemerintah kota," ujar Jokowi.

"Efisien dan efektif pasti menang. Tapi dua hal itu hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, survive, tapi tidak untuk semuanya," imbuh Jokowi.

Jokowi menyebut hal-hal tersebut perlu diterapkan dalam kebijakan pemerintah kota. Apabila hal tersebut tidak diantisipasi, menurut Jokowi, pemerintah kota akan jauh tertinggal. "Semuanya harus memikirkan, bukan hanya wali kota, sekda, atau kepala dinas saja yang memikirkan. Tiga hal itu harus dijalankan melalui kebijakan pemerintah kota," kata Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan saat ini perubahan bisa cepat terjadi. Kemajuan teknologi informasi menjadi acuan. "Ingin saya ingatkan pada semua, perubahan terjadi begitu cepat sekali. Google bisa menjawab apa saja, tanpa restoran Padang, langsung dijawab dengan alamat di sini. Barang atau produk juga begitu, jaket bisa dibeli di mal ini. Kita harus menyadari dan mampu mengantisipasi," ujar Jokowi.

"Kita baru mengenal internet, belum rampung sudah ada mobile internet, belum rampung, ada artificial intelligence. Perubahan-perubahan ini mengubah landskap politik, otonomi, baik global maupun nasional," sambung Jokowi.

Kemajuan dunia maya serta teknologi turut disinggung Jokowi, sebagai contoh adalah adanya perubahan yang begitu cepat. "Kita tahu-tahu, negara lain sudah meloncat jauh. Tapi (kita) sendiri masih seperti ini," kata Jokowi. Selain itu, Jokowi berharap setiap kota memiliki ciri khas yang membedakan dengan kota lain. Semua bisa dijalankan dengan fokus penggunaan anggaran.

"Setiap kota harus beda, punya ciri khas. Contoh, buat trotoar tak biasa, 5 meter. Akan jadi pembeda dengan kota lain, seperti Bogor punya city walk," terang Jokowi.

"Coba fokus pada anggaran sampai rampung. Jangan diecer-ecer ke dinas ini dan itu. Nanti akan bau hilang begitu saja. Tapi kalau fokus akan jadi barang, percaya saya. Sama halnya APBN, saya minta fokus ke infrastruktur, fokus pada hal mendasar. Dalam kompetisi sebuah negara, basic-nya di situ. Kalau fokus, gampang ngecek-nya, gampang ngontrol-nya, percaya saya," Jokowi menambahkan. Jokowi juga bicara soal hadirnya generasi Y, yang disebutnya sudah mengikuti perkembangan teknologi. Semua rutinitas dilakukan melalui ponsel pintar.

"Akan ada generasi Y, mereka yang akan mengemudikan pasar. Tidak lagi baca koran, menonton televisi, semua dilakukan melalui smartphone," katanya.

Jokowi mengatakan hadirnya generasi Y telah menjadi bahasan serius kepala negara saat pertemuan G20. Mereka sudah memikirkan dalam mengambil langkah antisipasi. "Lima-sepuluh tahun lagi generasi Y akan masuk pasar, mengemudikan perubahan-perubahan itu. Generasi Y tidak baca koran, tidak menonton TV, mereka punya cara sendiri dengan smartphone, dan ini sudah berjalan di negara lain. Dalam pertemuan perdana menteri dan presiden di G20, mereka sudah bicara itu, supaya transisi ini tidak membawa shock ekonomi, budaya, dan lain-lainnya," tegas Jokowi.

Presiden meminta semua percaya tentang perubahan landskap politik-ekonomi lima tahun mendatang. "Lima tahun lagi landskap politik-ekonomi akan berubah, percaya pada saya. Lima-sepuluh tahun akan berubah, parpol harus menyesuaikan, politisi harus menyesuaikan, ekonom juga," ujar Presiden.(dtc)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado