Penduduk Desa Malola, memroses kelapa menjadi kopra secara bersama-sama.(foto: ist)

Petani Kelapa Siapkan Demo

Harga Kopra Masih Terpuruk

Amurang, MS
Keluh petani kelapa Minahasa Selatan (Minsel), belum berakhir. Anjloknya harga kopra jadi pemantik. Ekonomi perani kelapa Minsel pun makin terpuruk.
Namun, di tengah keterpurukan warga, muncul semangat juang yang tinggi. Ribuan petani kelapa Minsel mempersiapkan demo besar-besaran. "Kami ingin memperjuangkan nasib kami. Kalau terus didiamkan, harga kopra tidak akan berubah," ketus Rommy Liando, warga Malola, Rabu (6/6) kemarin.
Sasaran demo ada beberpa tempat. Informasi diperoleh, sasaran demo warga adalah PT Cargil dan Kantor Bupati Minsel. Mereka akan mendesak pemerintah untuk memperhatikan nasib petani kelapa.
Hingga kini harga kopra masih terpuruk di bawah nilai ekonomis. Terpuruknya harga kopra diduga adanya permainan kartel yang menguasai perdagangan. Sehingga meski seharusnya secara indikator ekonomi harga kopra naik namun yang terjadi malah sebaliknya.
Sayangnya meski harga kopra sudah tidak lagi membuat petani tersenyum, pemerintah belum juga mengambil langkah. Padahal sebagai produk andalan dan menguasai ekspor, harusnya kopra dan produk turunan kelapa lain mendapat perhatian khusus. Apalagi kopra menguasai hajat hidup orang banyak. Tidak sedikit yang menggantungkan hidupnya dari pertanian kelapa.
"Kami sangat menantikan terobosan dari pemerintah untuk mendongkrak harga kopra. Paling tidak bagaimana memberantas kartel yang telah 'menghisap' kekayaan petani. Jangan biarkan kami disuruh menghadapi sendiri. Kami ingin merasakan kehadiran pemerintah. Bukan hanya dibatas wacana saja," terang Jerry Bokau.(rul mantik)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.