Pilbup Bolmut, Jerih Juang SK-SH Pupus

Kaidipang, MS

Dalam sebuah perpolitikan, keputusan akhir sangat menentukan. Banyak yang berada diluar prediksi, dan ini menjadi top isue di sejumlah daerah pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah. Sama halnya dengan upaya dari Suriansyah Korompot (SK) dan Suphan Hasan (SH).

Setelah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan rekomendasi Partai Politik (Parpol) sebagai tiket menuju perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhirnya perjuangan SK-SH pupus sudah. Langkah kedua figur populis warga Bolmut untuk memperjuangkan dan mendapatkan Surat Keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) dan sejumlah Parpol lainnya.

Untuk itu sebagai seorang politikus yang gentlemen SK pun melalui sejumlah media yang ada di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) meminta maaf kepada masyarakat karena keduanya tidak dapat mengikuti perhelatan Pilkada Bolmut 2018 ini.

“Kami mohon maaf jika telah mengecewakan para pendukung karena ketidakberhasilan kami maju sebagai calon. kami memetik hikmah sekaligus introspeksi atas semua yang terjadi,” ujar Suriansyah melalui pernyataan resminya, Sabtu (6/1/) akhir pekan lalu.

Adapun SK-SH juga memberikan ucapan selamat kepada Karel Bangko-Arman Lumoto, Depri- Amin Lasena dan Hamdan Datunsolang-Murianto Babay, yang telah menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah dipilih oleh partai dan Jalur Independen.

Adapun keputusan yang telah diambil oleh sejumlah partai politik untuk menentukan para calonnya, kata Suriansyah, bisa saja membuat sebagian kalangan puas, atau bisa saja kecewa. Namun, hal itu menurutnya merupakan realitas yang sering terjadi dalam dunia politik. “Dan saya menghimbau kepada teman dan sahabat tetaplah menjaga kondusifnya daerah ini, karena gagal itu biasa dan yang luar biasa itu adalah ketika gagal lalu menerima kegagalan secara ikhlas tanpa menyalahkan siapapun,” jelasnya.

aksi penurunan bendara PAN pun berlangsung ketika para simpatisan maupun pendukung militant SK-SH mendapatkan informasi jika kedua jagoannya tersebut tidak mendapatkan persetujuan DPP PAN.

“Aksi penurunan bendera PAN ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap keputusan DPP PAN, dimana pada bulan November 2017 lalu rekomendasi telah dikantongi oleh SK-SH, namun pada akhirnya surat keputusan DPP PAN pindah ke yang lain, sehingga itu kami kecewa, dan untuk perhelatan Pilkada 2018 nanti kami masih menunggu arahan dan petunjuk dari SK-SH,” tandas sejumlah relawan SK-SH pada Sabtu (6/1) akhir pekan lalu.

Sementara itu pengamat politik Bolmut Gandi Goma, menyampaikan jika dirinya sangat salut terhadap sikap gentlemen dari SK-SH tersebut.

“Dari sekian banyak para politisi, tidak ada yang mampu berbesar hati seperti SK-SH ini, sehingga itu sikap gentlemen tersebut perlu untuk dijadikan contoh bagi proses politik yang ada di Bolmut,” tandas Goma. Goma pun optimis jika tidak terakomodirnya SK-SH dalam pesta demokrasi ini akan membuat kedua tokoh ini menjadi ‘anak manis’.

“Pasti keduanya akan menjadi rebutan para kandidat lainnya, sebab tidak dapat dipungkiri mempunyai massa militant yang jumlahnya mencapai ribuan orang, sehingga demikian siapa saja yang bakal mendapatkan keduanya pastilah akan menjadi pemenang pada Pilkada Bolmut ini,” tutup Goma. (Nanang Kasim)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado