Pilkada 2018, Tiga Daerah di Sulawesi Selatan Rawan Konflik

Makassar, MS
Polda Sulsel mendeteksi tiga daerah rawan konflik dalam Pilkada 2018. Ketiga daerah tersebut yakni, Kota Makassar, Kota Palopo dan Kabupaten Sidrap. Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani usai gelar pasukan di bawah jalan layang (fly over) Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (22/4/2018). Menurut dia, ketiga daerah tersebut dianggap rawan karena sedang terjadi sengketa antara paslon. "Kita mendeteksi tiga daerah rawan yakni Makassar, Palopo dan Sidrap. Saat ini ketiga daerah itu masih aman dan kita sudah antisipasi dengan melakukan pendekatan," katanya.

Dicky mengungkapkan, keamanan di Sulsel masih dalam kondisi stabil dengan disiagakannya personil gabungan TNI-Polri. Selain itu, ada pula bantuan personil dan perlengkapan dari Brimob Mabes Polri di Jakarta telah siaga di Makassar. "Semua sudah dipersiapkan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Seperti sekarang, kami gelar pasukan untuk persiapan besok putusan MA atas pencalonan petahana Walikota Makassar," tuturnya.(kom)

 

Bongkar Muat Mencurigakan di Tengah Laut, TNI AL Akan Periksa Kapal Vietnam
Nunukan, MS
TNI AL di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap kapal berbendera Vietnam, Dong Thien Phu Golden, yang kedapatan akan melakukan kegiatan bongkar muat di tengah laut dengan 4 kapal kayu dari Negara Filipina. Komandan Pangkalan TNI AL di Kabupaten Nunukan Letkol Laut (P) Machri Moko mengatakan, kapal yang memuat 2.900 ton muatan dari Vietnam dengan tujuan Negara Malaysia tersebut dicurigai membawa barang terlarang karena melakukan kegiatan yang mencurigakan. “Indikasi bongkar tidak sesuai dengan pelabuhan, jangan jangan ada muatan lain, mungkin narkoba atau apa,” ujarnya Minggu (22/04/2018).

Mengingat tingginya kasus penyelundupan narkoba di wilaya perbatasan Kabupaten Nunukan, TNI AL berencana akan melakukan pemeriksaan lebih teliti dengan membawa kapal tersebut ke Pelabuhan Tunontaka Nunukan. Dalam pemeriksaan TNI AL Nunukan juga melibatkan BNN Nunukan, Bea Cukai Nunukan, KSOP, Satreskoba Polres Nunukan, Unit K 9 Polres Nunukan dan Balai Karantina Kabupaten Nunukan. "Kalau hari ini tidak ketemu besok kita lanjutkan. Kita belajar dari Batam kemarin baru hari ke-3 ketemu, padahal ruangan yang diperiksa itu itu juga,” imbuhnya.

Sebelumnya, sebuah kapal berbender Negara Vietnam diamankan oleh TNI AL di wilayah perairan perbatasan Sebatik Kabupaten Nunukan pada Kamis (19/04). Selain mengamankan kapal yang memiliki ABK 10 warga Vietnam dan 3 ABK berkewarganegaraan India tersebut, TNI AL Nunukan juga mengamankan 4 kapal dari negara Filipina yang diduga akan melakukan kegiatan ilegal bongkar muat barang dengan kapal kapal Dong Thien Phu Golden ditengah laut. “Paling lama 3 hari, kalau tidak ketemu bukti cukup, ya kita lepas,” katanya.(kom)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.