Kapolda Sulut (grafis pasukan)

PILKADA MINAHASA CS RAWAN GESEKAN, POLDA-TNI SIAGA

Manado, MS

 

Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 6 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara (Sulut), jelang titik klimaks. Rabu (27/6) besok, ratusan ribu warga di Minahasa, Minahasa Tenggara (Mitra), Kotamobagu, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Talaud dan Sitaro, akan memilih pasangan calon pemimpin daerah.

Tensi politik ikut meninggi. Ancaman gesekan menganga. Aroma itu telah terendus sejak gelaran kampanye dialogis hingga kampanye umum. Saling serang hingga black campaign antar pendukung via media sosial (medsos), ikut memanaskan suhu politik. Isu suku agama ras golongan (SARA), juga sempat berhembus.

Aparat penegak hukum diminta siaga. Utamanya di pilkada yang hanya diikuti oleh dua pasangan calon, yakni di Minahasa dan Kotamobagu. “Keenam Pilkada di Sulut sama-sama rawan gesekan. Cuma mungkin yang lebih rawan di Minahasa dan Kotamobagu. Karena head-head. Apalagi pendukung di dua daerah itu kelihatannya yang paling sering ‘perang’ di medsos. Jadi potensi gesekannya lebih besar. Itu harus diantisipasi oleh aparat,” tanggap Taufik Tumbelaka, salah satu pemerhati politik Sulut.

“Yang lebih rawan itu juga biasanya setelah ada hasil quick count (hitung cepat). Massa pendukung yang merasa telah menang, sering melakukan road show dengan menggunakan iring-iringan  kendaraan bermotor. Itu juga rawan memancing gesekan. Jadi aparat harus benar-benar siaga dalam mengantisipasinya,” sambung jebolan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Ia pun berharap elit-elit politik untuk ikut mengondusifkan suasana. Mengingat setiap pasangan calon telah menyatakan komitmen untuk siap kalah dalam kontestasi pilkada. “Ini juga perlu peran dari para pasangan calon dan elit-elit politik untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai elit politiknya yang jadi provokator,” ketus Bung Taufik sapaan akrabnya.

“Pilkada itu adalah pesta demokrasi. Jadi apapun pilihan rakyat harus dihargai. Kalah menang dalam kontestasi politik itu hal yang lumrah. Yang terpenting, kita semua harus menjaga keamanan bersama. Karena Sulut adalah rumah kita bersama. Siapapun pasangan calon yang nanti terpilih di 6 kabupaten kota, mereka akan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat, bukan hanya pemimpin bagi partai tertentu, tim sukses, atau golongan serta kelompok tertentu. Jadi pilkada serentak di Sulut harus dikawal bersama supaya berintregritas dan berkualitas,” tandas putra Gubernur pertama Sulut itu.

POLDA TAMBAH PASUKAN

Bak gayung bersambut. Pengamanan pilkada serentak di 6 kabupaten kota di Sulut menjadi skala prioritas Polda dan Kodam Merdeka. Bahkan, Polda Sulut akan menambah pasukan untuk membantu pengamanan untuk mencegah terjadinya gesekan serta konflik antar pendukung.

Hal itu disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Bambang Waskito saat memimpin apel pagi di halaman Mapolda, Senin (25/6) kemarin. “Saat ini sudah memasuki masa tenang, nanti pada tanggal 27 Juni ada pemungutan suara, dari hasil evaluasi dan pegecekan di lapangan, saya prediksi masih banyak kekurangan tenaga pengamanan,” ujar jenderal polisi bintang dua itu.

Penambahan pasukan itu untuk melakukan langkah pencegahan terhadap munculnya tindakan-tindakan yang tidak diingini bersama.  “Kita tidak mau dibilang tidak antisipatif atau underestimate. Lebih baik berlebihan pasukan pengamanan di wilayah tempat pelaksanaan pilkada, dari pada hanya berkumpul disini (Polda),” lugasnya.

Ia pun tak menepis adanya kerawanan dalam  pelaksanaan Pilkada pilkada serentak di 6 kabupaten kota tersebut. “Potensinya ada. Jadi kita harus jeli dan harus cermat, melihat dimana letak kerawanannya. Baik saat pencoblosan, perhitungan suara, saat membawa  kotak suara serta pasca pemungutan suara,” papar Waskito.

Seluruh pasukan tambahan diminta untuk bekerja secara tulus dan ikhlas dalam melaksanakan tugas. “Laksanakan tugas ini dengan baik,” lugasnya lagi. Tak hanya itu, Waskito juga mengingatkan seluruh personil Polda untuk bersikap netral di pilkada. “Saya pesankan betul soal netralitas. Saya tidak mau di Polda Sulut ini ada yang macam macam seperti itu. Ini sudah kewajiban dan instruksi Kapolri. Jadi saya minta untuk betul-betul netral,” tegasnya.

“Mari kita wujudkan pilkada serentak di Sulut secara bermartabat dan  betul-betul bisa memilih pemimpin secara demokratis,” tandas Kapolda dalam apel yang dihadiri juga Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johni Asadoma, para PJU dan seluruh staf Polda Sulut.

Senada diungkap Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo. “Sudah pasti kami sudah siap mengamankan pilkada serentak di Sulut. Kami akan mengoptimalkan peran Polres (Kepolisian Resor) sebagai penanggung jawab wilayah dan akan diback up penuh Polda dengan pola pengamanan pre emtif, preventif dan represif melalui sistem Gakkumdu (penegakan hukum terpadu). Ini instruksi Pak Kapolda,” rinci Tompo.

"Sejak awal semua Polres memang sudah dikoordinasikan agar mempersiapkan data terkait dengan potensi kerawanan. Kemudian melakukan pemetaan dan penghitungan terhadap kebutuhan personil. Nanti spot yang akan diamankan itu meliputi orang, tempat, maupun peralatan terkait dengan pelaksanaan Pilkada,” sambung perwira menengah sarat prestasi di jajaran Polda Sulut itu.

Terkait pengamanan, Tompo pun mengakui, pihaknya sudah menyiapkan personil pengamanan beserta dengan dukungan sarana prasarana operasional dan serta pasukan bawah kendali operasi (BKO) untuk memback up. Itu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan tahapan Pilkada. “Sebagai wujud kesiagaan kami, Polda Sulut dibantu TNI akan menerjunkan sekitar 5500 personil. Itu mencakup pasukan dari Polres di daerah pilkada,” aku dia.

Sementara itu, soal pemetaan wilayah rawan konflik, ia mengatakan, konteks kerawanan itu merupakan ukuran yang bersifat teknis. “Kerawanan itu merupakan ukuran rencana penerapan sistem pengamanannya, jadi itu tidak kita ekspos karena dikhawatirkan akan menimbulkan mencemaskan masyarakat. Intinya ukuran itu sifatnya kebutuhan pengamanan yang akan diterapkan di daerah tersebut,” terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 131 Santiago, Mayor Inf Fathan Ali. Menurut Ali, untuk mewujudkan pilkada yang aman dan damai, seluruh satuan akan dilibatkan. Utamanya, satuan yang wilayahnya merupakan pelaksana pesta demokrasi. “Soal jumlah masing-masing satuan Kodim berbeda-beda, yang jelas seluruh personil satuan yang terlibat akan masuk dalam pengamanan yang juga diperbantukan dari satuan-satuan batalion yang ada di wilayah ini,” lugasnya.

POLRES MINAHASA DAN KODIM 1302 KERAHKAN KEKUATAN PENUH

Pengawalan ekstra ketat dilakukan aparat Polres dan Kodim dalam mengawal jalannya tahapan hingga penyelenggaraan Pilkada Minahasa Rabu 27 Juni besok. Dua institusi tersebut berkolaborasi aktif dalam rangka menciptakan ketertiban dan keamanan di ajang pesta demokrasi rakyat Tanah Malesung.

Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung SIK mengatakan bahwa seluruh satuan yang ada dijajarannya dikerahkan untuk memastikan proses Pilkada berlangsung aman dan kondusif. "Semua personil yang kita miliki dikerahkan, artinya Polres Mihahasa all out dalam rangka pengamanan Pilkada Minahasa," ujarnya.

Sejumlah persiapan pun telah dilakukan bahkan sebelum tahapan pencalonan bergulir. "Kita sudah melakukan berbagai simulasi untuk mencegah terjadinya bentrok antar para pendukung pasangan calon hingga antisipasi aksi demo massa di kantor lembaga penyelenggara, baik KPU maupun Panwaslu," papar Pusung.

Diakuinya pula, ada sejumlah wilayah-wilayah tertentu yang jadi prioritas pengamanan khususnya yang rawan konflik. "Memang pada umumnya tingkat pengamanan merata di setiap wilayah, tapi berdasarkan pemetaan memang ada wilayah tertentu yang lebih berpotensi menimbulkan konflik. Tentunya pengamanan di wilayah itu lebih ekstra," kata Pusung sembari menyebut pihaknya juga intens berkoordinasi dengan Polresta Manado dan Polres Tomohon yang juga bertanggungjawab dalam pengamanan di sejumlah wilayah di Minahasa.

Pengerahan kekuatan penuh dalam pengamanan Pilkada juga disiapkan jajaran Kodim 1302 Minahasa. "Untuk pengamanan Pilkada meliputi dua daerah penyelenggara yaitu Minahasa dan Mitra. Tugas kami jelas yaitu menjaga, melindungi dan menegakkan kedaulatan NKRI, maka kekuatan personil kami gerakkan secara penuh untuk Pilkada tahun ini. Sedangkan untuk pembagian personil disesuaikan dengan kondisi wilayah," papar Dandim 1302 Minahasa, Jubert Nixon Purnama.

"Yang pasti bersama Polres Minahasa dan Polres Minsel yang menaungi wilayah Mitra kami tetap bersinergi agar Pilkada berjalan dengan aman dan lancar," tambahnya.

Di sisi lain, Dandim ikut berpesan kepada anggotanya agar mempersiapkan diri dengan tetap menjaga fisik dan mental. Sebab menurut dia, pengamanan Pilkada tidaklah ringan dan butuh kesiapan yang betul-betul dapat diandalkan.

"Saya sering mengingatkan anggota agar tetap menjaga kesehatan, sebab selaku aparat keamanan kami dituntut untuk harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga masyarakat sehingga tahapan pilkada ini bisa berjalan sebagaimana mestinya," pungkas Purnama.

Komitmen mewujudkan Pilkada Minahasa aman dan damai juga digemakan Kapolres Tomohon, AKBP IK Agus Kusmayadi. Ia mengaku akan all out mengawal pesta demokrasi di Tanah Malesung. “Polres Tomohon dipastikan all out. Untuk itu, kami akan mengerahkan 2/3 kekuatan di tiap tahapan. Jadi sekitar 302 personil yang akan kita libatkan,” kunci Kusmayadi.

1017 PASGAB SIAP AMANKAN PILKADA BOLMUT DAN KOTAMOBAGU

Polres Bolmong juga tak mau kecolongan dalam pengamanan di Pilkada Kota Kotamobagu dan Bolmut. Pengamanan ekstra juga akan dilakukan oleh korps bhayangkara besutan AKBP Gani Fernando Siahaan SIK.

Tak tanggung-tanggung, 1017 pasukan gabungan dari TNI/Polri akan diterjunkan di dua daerah itu agar dapat berjakan aman dan tertib. "Di Kabupaten Bolmut kita tempatkan 495 personil gabungan, yang dibantu dengan Polsek-polsek terdekat. Sementara, di Kotamobagu kita tempatkan 522 personil gabungan," kata Kapolres.

Disinggung soal ancaman gesekan, Siahaan mengaku akan mengambil langkah tegas bagi oknum atau kelompok warga yang coba menganggu keamanan. “Apapun yang dinilai dapat mengancam situasi keamanan akan kami lakukan tindakan tegas sesuai SOP. Ini demi memelihara Kamtibmas,”  lugasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga tak akan segan-segan melakukan tindakan represif terhadap pihak yang ingin mengacaukan jalannya pilkada. “Jangan coba-coba kacaukan pilkada. Ini agenda nasional pesta demokrasi rakyat Pilkada serentak. Jadi jika kedapatan membuat kekacauan, kita akan bertindak tegas sampai tembak ditempat,” tegas Siahaan.

Ia pun mengajak masyarakat di Kotamobagu dan Bolmut untuk sama-sama menciptakan pilkada yang aman dan damai. “Mari berdemokrasi dengan baik. Ciptakan pilkada aman damai dan tertib,” tandasnya.

POLRES SANGIHE DAN TALAUD ALL OUT

Polres Sangihe dan Talaud juga akan all out melakukan pengamanan di Pilkada Sitaro dan Talaud. Di Sitaro, Polres Sangihe akan menerjunkan 220 personil.

“Dari 220 personil yang diterjunkan, 155 dari Polres dan 65 dari Polsek gabungan,” ungkap Kapolres Sangihe AKBP Sudung Napitu SIK melalui paur Subbag Humas Polres Sangihe, IPDA Nuryani Kampungbae, Senin (25/6) kemarin.

"Ini bentuk kesiapan kita menghadapi Operasi Mantap Praja tahun 2018, pengamanan pemilukada serentak yang salah satunya dilaksanakan di Sitaro,” sambungnya.

Selain itu, Polres Sangihe mendapat bantuan dua SSK pasukan dari Polda Sulut. "Guna mengamankan Pilkada di Sitaro, Polres Sangihe juga ketambahan Dua SSK, pasukan tersebut terdiri dari Sabhara dan Brimob dengan jumlah 213 personil. Kita juga dibantu pasukan dari TNI," ungkap Nuryani.

Terkait dengan kerawanan dalam pilkada, Nuryani mengapresiasi cara berpolitik masyarakat Sitaro dinilai sudah dewasa menghadapi berbagai macam isu, yang tidak mudah diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sampai saat ini masih kondusif. Semoga juga suasana kondusif ini terus tercipta di bumi karangetang, mandolokang, koro-koro. Tapi tetap sudah mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi ancaman atau gangguan di Pilkada," timpalnya.

Senada disampaikan Kapolres Talaud AKBP M Denny I Situmorang.  Pihaknya bersama Kodim 1312  akan mengerahkan seluruh kekuatan penuh untuk mengamankan Pilkada di Talaud.

Bahkan dari awal, Polres telah Talaud menggelar simulasi dengan metode Tactical Floor Game (TFG) untuk persiapan pengamanan Pilkada.  “Pelatihan TGF dilakukan untuk memberikan gambaran langkah-langkah yang harus dilakukan personel saat pengamanan di lapangan,” ujarnya.

TFG, lanjut Kapolres, merupakan bagian dari skenario untuk mematangkan rencana pengamanan yang telah disusun. “Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terkait pengamanan Pilkada,” terangnya.

Simulasi TFG juga sebagai bekal kepada para personel pengamanan agar tidak salah dalam menempatkan diri, baik itu yang melaksanakan pengamanan terbuka maupun tertutup, semuanya harus sesuai dengan protap (prosedur tetap).

TFG, sambungnya, adalah salah satu sarana menyamakan persepsi terkait penempatan dan kekuatan personel, tahapan serta cara bertindak termasuk dukungan sarana-prasarana yang akan digunakan bertugas di lapangan.

“Melalui TFG ini, diharapkan bisa meningkatkan kemampuan personel dalam mengamankan sesuatu kegiatan, contohnya Pilkada, yang disesuaikan dengan situasi yang akan dihadapi,” pungkas Kapolres.

Sedikitnya ada  170 personil aparat polres serta 75 personil BKO yang akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan di Pilkada Talaud.

Selaras diungkap Dandim 1312 Talaud, Letkol Armed Gregorius Eka Setiawan. “Kita akan membantu sepenuhnya Polres Talaud dalam mengamankan tahapan Pilkada Serentak 2018.

“Kita berharap semoga pelaksanaan pilkada 2018 dapat berlangsung lebih aman dan kondusif. Yang pasti TNI dan Polri akan bersinergi dalam menciptakan situasi aman di Pilkada,” pungkasnya.(tim ms)

 

 


Komentar