Pinjaman ke PT SMI Mulai Diperjelas

Manado, MS

Pembicaraan lanjut terkait pinjaman Rp200 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dibicarakan di tingkat panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado.

"Sudah ada pembagiannya, bahwa pinjaman itu turun hanya untuk 3 model saluran, yakni pasar, air bersih dan rumah sakit baru," ujar personil Pansus Pinjaman ke PT SMI, Lily Walandha, Selasa (14/11) kemarin.

Lanjut dia, yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp160 miliar terbagi Rp80 miliar untuk rumah sakit, Rp50 miliar air bersih dan Rp30 miliar dialokasikan untuk pembangunan pasar. Sedangkan, dipegang Dinas Kesehatan sekitar Rp40 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan pembangunanannya. Ada pun totalnya, mencapai Rp200 miliar.

Saat disebut manajemen pasar belum rapi dan semrawut khusus tata kelolanya, Walandha yang bergelar Master of Bussines Administration (MBA) dari Amerika Serikat ini berujar, akan ditata ulang aturannya ketika turun pinjaman dari PT SMI.

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, pada pembangunan di Pasar Bersehati misalkan ada di lokasi baru. Tujuannya, menjadi destinasi lain selain berjualan terutama bagi turis sehingga penataan dianggap sudah layak. Kemudian itu berlaku untuk dua pasar.

Terkait hal itu, permintaan dibuatnya peraturan daerah (Perda) baru yang lebihnya ke manajemen pasarnya sudah disarankan ke Dinas PUPR. Didalamnya menyangkut strukturnya seperti proses pergantian direktur, pengaduan sehingga nantinya memberi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasca ada tempat berjualan baru.

Ungkap dia, dalam hal peminjaman ini pula, PT SMI telah menyampaikan ke pihak lembaga dewan ketika berkunjung, harus mempunyai syarat faktual guna pembayaran hutang selama 5 tahun sampai tahun 2021 jika dikucurkan.

"Dewan pasti akan memantau setelah pihak pansus menyetujui dengan ketentuan menjadi syarat percepatan proses keseluruhan," tuturnya.

Senada disampaikan personil Pansus Sonny Lela, utamanya mengenai pasar.  Menurut dia, itu bukan bagi revitalisasi pasar tapi pembangunan baru. Sehingga, usulan adanya regulasi yang jelas diperlukan segera guna memback up kondisi lain yang tak diinginkan.

Lewat adanya UPTD itu jadi bentuk penjagaan terhadap 3 komponen yang diminta bagi pembangunan ke PT SMI atau adanya manajemen terpisah terbentuk.

Mengenai fasiltas tersedianya air bersih, ikut disebutnya, akan dibuatkan jaringan air baru dari Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Malalayang khususnya wilayah Sea.

"Seluruh tahapan pembangunan baru ini penekanannya agar tumbuh PAD dengan dilihat pada berdirinya 3 komponen dipinjam anggaran segar ke PT SMI,"ungkapnya. (devy kumaat)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado