Ibrahim Tompo

Polda ‘Abaikan’ Pemkab Bolmong

PENANGGUHAN penahanan terhadap 10 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terlibat dugaan perusakan fasilitas milik PT Conch, dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut). Menariknya, perjuangan untuk proses penangguhan itu bukan karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong).

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Ibrahim Tompo. Dia menyebut penangguhan tersebut bukan karena permintaan Pemkab Bolmong, melainkan karena keluarga tersangka.

"Kami tidak yakin dengan usulan penangguhan Pemkab Bolmong, meskipun tindak pidana ini terjadi dalam wewenang mereka. Kami menerima permintaan penangguhan dari keluarga tersangka," jelas Tompo.

Menurut Perwira Menengah (Pamen) sarat prestasi ini, restu bebas dengan syarat diberikan karena merujuk hak subjektif penyidik. "Kami melihat dari beberapa faktor, hingga kami mengizinkan penangguhan lewat hak subjektif itu," tandas Tompo.

Diketahui, penahanan terhadap sekitar 27 oknum Satpol PP ini, karena diduga terlibat secara bersama-sama dalam pengrusakan fasilitas  pabrik semen asal Tiongkok PT CNSC milik PT Conch yang terletak di Jalan Trans Sulawesi, Inobonto. Alasannya, pihak perusahan tidak memenuhi berbagai izin untuk melakukan aktivitas penambangan.  Akibat kejadian tersebut, perusahaan mengalami kerugian materil, yaitu kerusakan bangunan sebanyak 11 unit, 240 buah kaca jendela dan 100 daun pintu pecah.

Aksi itu menghentar puluhan pengawal Perda di wilayah lumbung beras, berurusan dengan penyidik Polda Sulut. Status tersangka pun disematkan. Bahkan, mereka harus mendekam Rutan Polda Sulut.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bolmong melalui Bupati Yasti Mokoagow menegaskan, untuk bertanggung jawab kepada 27 tersangka yang ditahan. Usulan penangguhan pun sempat diberikan. Namun, terkesan ‘diabaikan’ pihak Polda Sulut. Aroma ketidakpercayaan Korps Bhayangkara Nyiur Melambai terhadap oknum Bupati dan Pemkab, tercium.(rhendi umar)

Banner Media Sulut

Komentar